232 Makalah Penelitian Dipresentasikan pada Seminar Internasional First Ke-3

Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) menggelar agenda tahunan yaitu Seminar Internasional First Ke-3 Tahun 2019 (The 3rd First 2019), Rabu (9/10), di Hotel Excelton Palembang. Ada empat negara yang terlibat dalam kegiatan seminar internasional tersebut, yaitu Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Menurut Ketua Pelaksana Dr. Rita Martini, pada penyelenggaraan tahun ini, seminar internasional tersebut dilaksanakan satu hari penuh, dan digabungkan dengan Seminar Nasional Pengabdian untuk Masyarakat.

“Intinya adalah untuk kesejahteraan masyarakat. Apa yang sudah didapatkan dari hasil penelitian, bisa diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rita mengatakan, sebanyak 232 makalah penelitian (paper) yang dipresentasikan pada seminar internasional tersebut. Sedangkan untuk seminar nasional pengabdian, melibatkan 59 paper.

“Di sini, mereka akan mempresentasikan hasil dari penelitian dan hasil pengabdian mereka sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ungkapnya.

Dikatakan Rita, pihaknya membuka tiga bidang fokus (track) pada seminar tersebut, yaitu engineering science, computer and ict, dan social science.

Ia menceritakan, seminar internasional First pertama kali digelar pada tahun 2016. Seminar tersebut kemudian vakum tahun 2017. First yang kedua diselenggarakan pada tahun 2018. Tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga dari seminar internasional tersebut.

Adapun para keynote speaker atau narasumber yang dihadirkan, selain berasal dari empat negara Asia, juga berasal dari institusi pendidikan yaitu Unair, UGM, dan LIPI.

Setelah sesi keynote speaker, seminar tersebut dilanjutkan dengan parallel session yang terbagi atas 12 ruangan, dengan total peserta sekitar 250 orang.

Rita menilai, tahun ini cukup banyak peserta yang terlibat pada seminar internasional.

“Keluarannya nanti kita akan teruskan ke jurnal international conference,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rita menjelaskan, seminar internasional harus diikuti oleh minimal empat negara. Ia mengatakan, pihaknya melakukan variasi dalam memilih negara yang terlibat dalam seminar internasional tersebut.



Leave a Reply