Biaya Rapid Test Antigen KAI Turun Jadi Rp 45.000, Begini Tanggapan Calon Penumpang

PALEMBANG SONORA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan tarif baru untuk layanan Rapid Test Antigen di Stasiun dari sebelumnya Rp 85.000 menjadi Rp 45.000 untuk setiap pemeriksaan.

Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

Tarif baru itu untuk memberikan keringanan persyaratan bagi pengguna jasa angkutan kereta api. Selain wajib rapid tes, calon penumpang juga diwajibkan telah menjalani vaksinasi Covid-19, minimal tahap pertama.

Penurunan tarif disambut baik oleh calon penumpang, salah satunya yang disampaikan oleh calon penumpang bernama Tineke Aisyah. Ia mengaku tarif terbaru ini lebih terjangkau dan hasil rapid tes langsung bisa diketahui.

“Menurut saya bagus sekali ya dengan diturunkannya biaya Rapid Test ini, apalagi dibandingkan dengan biaya di klinik justru disini lebih murah dan membuat penumpang lebih tertarik,” katanya ketika diwawancarai, Selasa (28/09).

Ia pun berharap kedepannya Rapid Tes Antigen di Stasiun digratiskan, meskipun dengan biaya yang terbilang murah saat ini sudah tergolong baik untuk diterapkan.

“Kalau bisa gratis sih pengennya, tapi berhubung Rapid Test Antigen ini menjual jasa ya, dengan harga murah seperti ini saja juga sudah bagus sih,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabag Humas PTKAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menuturkan, diturunkannya tarif Rapid Test Antigen di Stasiun ini sebagai bentuk pelayanan maksimal yang pihaknya berikan kepada pelanggan.

“Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan,” ujarnya.

KAI Divre III Palembang menyediakan fasilitas Rapid Test Antigen di 6 stasiun yaitu stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Lubuklinggau, dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh.

Hadirnya layanan Rapid Test Antigen di stasiun merupakan hasil Sinergi BUMN antara KAI dengan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo, Indofarma melalui anak usahanya yaitu Farmalab, serta pihak-pihak lainnya.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Koleksi Pribadi



Leave a Reply