Kenali Aplikasi Fintech Legal dengan CAMILAN

Palembang Sonora – Dimasa pandemi, transaksi keuangan dengan Fintech meningkat pesat. Andes Novytasary, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan kepada Sonora (13/10/2021) mengatakan bahwa berdasarkan data, orang yang meminjamkan per agustus di sumsel mencapai 13380, ada peningkatan 47,3% dari tahun lalu. Nilai yang dipinjamkan 609,2 milyar. Yang pinjam juga meningkat pesat, ada 892 ribu masyarakat yang meminjam. Peningkatannya 86,9% dari tahun lalu. Total akumulasi yang meminjam 3,7 T.

“ Itu yang legal, yang illegal tentu lebih banyak lagi, ada sekitar 3000 an. Nominalnya belum bisa disebutkan. Yang legal baik karena menunjukkan kebutuhan masyarakat tentang modal atau dana,” ujarnya.

Sisi positifnya adalah akses yang semakin mudah dan cepat tidak harus bertatap muka. Sisi negatifnya adalah ketika masyarakat tidak terliterasi dengan baik tentang legal dan illegal. Dampaknya ada penyelewengan dana, penipuan berkedok investasi, data nasabah bocor kemana-mana.

Cara mudah mengetahui apakah aplikasi fintech legal atau tidak adalah dengan CAMILAN (camera, microphone dan lokasi). Yang legal hanya boleh mengakses ketiga hal tadi, sementara yang illegal mereka mengakses sampai ke data kontak, foto-foto.

“ OJK  mensyaratkan 3 saja, sisanya dilarang,” tukasnya.

Ciri lain dari Fintech illegal adalah adanya penagihan dengan cara-cara yang kasar, mengancam, tidak manusiawi dan bertentangan dengan peraturan undang-undang. OJK baru saja menerbitkan data perusahaan fintech yang berizin dan terdaftar per 8 September. Ada 107 yang legal, sisanya lebih banyak lagi.

OJK memiliki satgas waspada investasi yang merupakan gabungan dari kepolisian, jaksa, OJK, BI  dan sebagainya. Bila menemui fintech illegal atau ingin memastikan legal atau tidak, masyarakat dapat menghubungi satgas tersebut, bisa melalui patrolisiber.id atau email ke info@cyberpolri.go.id atau email waspadainvestasi@ojk.go.id atau bertanya ke wa 081157157157.

“ Yang menggunakan jasa keuangan fintech pastikan terdaftar di OJK. Jangan melakukan pinjaman diluar batas kebutuhan sehingga kebutuhan pokok tetap terpenuhi. Bila ragu-ragu atau merasa tertipu sebuah fintech dapat menghubungi satgas waspada investasi atau call center 157,” tutupnya.

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply