Palembang Sonora – Tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia. Bagaimana perkembangan Pasar Modal di Indonesia saat ini ?, Hari Mulyono, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sumsel kepada Sonora (03/06/2024) menuturkan bahwa sepuluh tahun terakhir perkembangan pasar modal di Indonesia berkembang pesat, saat ini jumlah investor di pasar modal mencapai sepuluh juta lebih investor, lima puluh persen lebih investornya adalah investor saham dan sisanya adalah investor reksadana, obligasi dan sebagainya. Saat ini juga banyak perusahaan-perusahaan dan UMKM yang menjadikan pasar modal sebagai sumber dana dan pertumbuhan usaha mereka.
“ Partisipasi anak muda saat inicukup baik. Dari lima juta investor saham tadi, tiga puluh persenya adalah anak muda yang usianya antara delapan belas hingga dua puluh empat tahun,” ujarnya.
Lanjut menurut Hari, bahwa saat ini sudah banyak masyarakat yang menjadikan pasar modal sebagai pilihan hidup mereka. Pasar modal dijadikan sumber dana untuk memenuhi kebutuhan hidup. Adanya social media sangat membantu dalam memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat luas.
Adanya gerkan cinta pasar modal ikut mendorong agar semua orang ikut memanfaatkan pasar modal, kemudian diikuti kampanye nasional yuk nabung saham menjadikan setiap orang bisa berinvestasi di pasar modal dengan biaya yang lebih murah. Hanya dengan uang sepuluh ribu rupiah orang saat ini bisa memiliki aset di sebuah perusahaan melalui saham.
Hari menghimbau kepada masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal agar memahami 3 P; paham, punya dan pantau. Paham artinya memahami resiko berinvestasi di pasar modal, memahami produk-produk yang ada di pasar modal, memahami perencanaan keuangan saat berinvestasi di pasar modal. Punyai saham meskipun tidak banyak dan pantau perkembangan sahamnya serta kondisi perusahaan yang sahamnya dimiliki.
