Site icon Sonora FM Palembang

86 % Pasien Positif Covid-19 Ternyata Hanya Butuh Isolasi Mandiri Saja

Palembang Sonora – Dalam menerapkan kebijakan penanganan pandemic covid-19, pemerintah mempertimbangkan 3 hal, yaitu : aspek kesehatan, ekonomi dan social. Ketiga hal tersebut harus diterapkan secara manusiawi.

“ Apakah PPKM lanjut atau ada kelonggaran, pimpinan daerah dalam hal ini gubernur membuka diri, mendapatkan masukan dari seluruh masyarakat Sumsel. Apabila ada perbedaan antara kebijakan pusat dan daerah maka gubernur akan melakukan negoisasi dengan kearifan local. Sumsel saat ini berada di level 3 dan berharap setelah evaluasi tanggal 25 Juli, Sumsel berada di level 2 sehingga bisa melakukan kelonggaran,” ujar Prof. Yuwono, Tenaga Ahli Satgas Covid-19 Sumsel saat diwawancari Sonora (22/07/2021).

Ia mengatakan bahwa meningkat pesatnya kasus covid-19 di Indonesia termasuk di Sumsel kemungkinan besar disebabkan oleh adanya varian delta. Data diawal tahun 2021 varian delta sebanyak 0,9%. Varian ini diyakini menambah kemungkinan penularan hingga 60%.

“ Disumsel tadinya 20 ribu dengan 60% maka bertambah 12 ribu. Sekarang sudah 30 ribu. Varian delta hampir 90% di Indonesia. Ini penyebabnya, itu wajar diseluruh dunia juga seperti itu dengan varian delta,” ujarnya.

Ia menilai tindakan tracing yang dilakukan oleh petugas kesehatan sudah cukup baik. Patokan satu per seribu penduduk sudah terlampaui, sekarang Sembilan puluh ribu yang sudah dilakukan pemeriksaan. Tapi hal ini masih harus terus ditingkatkan karena semakin banyak pemeriksaan akan semakin baik. Semakin banyak ditemukan akan semakin mudah mengidentifikasi.

“ Selain itu bagaimana mengejar herd imunity dengan vaksinasi. Namun bila ada yang tidak layak vaksin maka tetap menjaga imunitas denga cara tidur cukup, gerak cukup, makan cukup dan pikiran positif,” tukasnya.

Ia mengatakan masalah isolasi mandiri yang terpenting adalah bagaimana membentuk pola pikirnya. Yang tanpa gejala cukup dirumah saja karena rumah sakit untuk yang bergejala berat saja. Jika terjadi antrian di ICU, itu karena okupasinya tidak tepat. Ada yang tidak perlu dirawat di ICU tapi masuk ICU. Banyak yang cemas dan khawatir sehingga minta dirawat padahal cukup isolasi mandiri saja.

“ Isolasi mandiri jadi problem. 86%  butuh isoman dari yang positif,” ujarnya.

Secara perjalanan penyakit, akan ada recovery dalam 10 hari dengan atau tanpa diperiksa lagi. Bagi yang menjalani isolasi mandiri, makan harus dipaksakan karena makan sebagai metabolisme tubuh. “ Positifnya covid dengan PCR bisa panjang bisa sampai 60 hari bahkan 120 hari. Yang positif adalah fragmentasi virus. Puskesmas sebaiknya memberikan surat keterangan bahwa pasien covid-19 sudah menyelesaikan isolasi mandiri untuk meredam stigma negative masyarakat,” tukasnya.

Mengenai efektif tidaknya donor konvalesen ia menjelaskan bahwa peluangnya 50:50. Dokter harus hati-hati dalam menentukan butuh donor atau tidak, karena kemungkinan bisa membantu penyembuhan atau bisa saja memperburuk sebab ada mekanisme memasukan zat asing kedalam tubuh seseorang.

“ Pertimbangannya apabila ada gejala menuju berat. Bila sudah berat maka tidak banyak membantu. Sesama dokter akan berdiskusi menentukannya  sebab berkaitan dengan biaya dan adanya zat yang tidak rutin,” ujarnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi

Exit mobile version