- May 3, 2021
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Tradisi mudik sudah menjadi tradisi rutin sejak dulu. Meskipun pemerintah melarang mudik karena pandemic namun masyarakat tetap ada yang mudik jauh-jauh hari. Pengamat Sosial Sumsel, Prof. Dr. H. Abdullah IDI, M.Ed kepada Sonora (03/05/2021) menilai bahwa hal tersebut terjadi karena mereka memiliki motivasi atau keinginan merayakan lebaran dengan cara mudik.
“ mudik sudah jadi tradisi dari dulu-dulu, oleh sebab itu Idul Fitri tidak bisa lepas dari rangkaian mudik. Mereka yang tetap mudik karena punya motivasi lebaran bisa menemui sanak saudara,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah melarang masyarakat mudik karena pandemic masih berlangsung dan dikhawatirkan bisa meningkat setelah mudik usai.
“ patuhi peraturan pemerintah tentang covid, walapun tidak mudik tetap banyak yang bisa dilakukan, masyarakat tentu punya rencana masing-masing, yang penting menerapkan protocol kesehatan,” tukasnya.
Ia menjelaskan menjelang Idul Fitri pusat perbelanjaan seperti mall ataupun pasat tradisional padat pengunjung hal ini karena masyarakat sudah mempersiapkan Idul Fitri sudah jauh – jauh hari.
“ mereka yang punya uang seperti karyawan, mereka banyak focus kepada pusat perbelanjaan sambil waspada. Hal ini juga cara mereka mengisi waktu karena tidak mudik untuk mengusir rasa jenuh,” ujarnya.
Ia berpesan kepada masyarakat khususnya umat muslim agar tetap menaati peraturan pemerintah untuk tidak mudik dan bagi yang tetap mudik agar menerapkan protocol kesehatan.
“ tetap jaga prokes agar tetap sehat dan hindari kerumunan. Yang mudik bisa kepantai atau sawah yang tidak ramai untuk memanfaatkan saat mudik mereka,” tukasnya.
Penulis : jati / esy
Sumber foto : google
