Upah Layak Jurnalis Palembang Sebesar 5,7 Juta Per Bulan

Palembang Sonora – Peringatan Hari Buruh Internasional setiap tanggal 1 Mei menjadi moment untuk memperjuangkan hak – hak kaum pekerja. Prawira Maulana Selaku Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Sumsel kepada Sonora (04/05/2021) mengatakan bahwa moment hari buruh menjadi salah satu kesempatan kaum jurnalis untuk memperjuangkan kesejahteraan para jurnalis,  menurutnya banyak jurnalis belum mendapatkan upah yang layak dari perusahaan media di tempat mereka bekerja.

“ AJI yang salah satunya perjuangannya adalah bidang social, ekonomi dan kesejahteraan jurnalis saat ini banyak jurnalis yang belum mendapatkan upah yang layak,” ujarnya.

Ia menjelaskan upah yang layak bagi jurnalis adalah upah yang berdasarakan UMK masing-masing kabupaten/kota.

“ harapannya sesuai dengan UMK, tapi UMK tentu belum menjamin kelayakan upah jurnalis. Sedang disusun angka yang layak berdasarkan kebutuhan hidup di Palembang. Tanggal 1 kami merilis angka upah layak jurnalis berdasarkan survei 59 jurnalis dan riset divisi SDM, kita menempatkan angka 5,7 juta upah layak jurnalis di Palembang,” tukasnya.

Ia menyebutkan berdasarkan survei social ekonomi, jurnalis di kota Palembang banyak yang mendapat gaji di bawah satu juta per bulan bahkan ada yang tidak digaji atau digaji berdasarkan raihan iklan.

“ jurnalis yang salarynya kisaran 1 hingga 2 juta sebanyak 11,9%, 2 hingga 3 juta 28,8%, sesuai UMK yaitu 3 sampai 4 juta sebanyak 30,5 % , dibawah satu juta sebanyak 13,6 %, sisanya diatas 5 juta 3 % dan lebih dari 5 juta 10.2 %, jurnalis yang digaji 5 juta keatas berada di level manajerial, jajaran redaksi, editor, manager liputan atau news,” urainya.

Ia menambahkan ketika jurnalis digaji dibawah UMK maka jurnalis itu bisa menjadi tidak independent, selain itu jurnalis yang digaji berdasarkan raihan iklan juga tidak ideal.

“ jurnalis tetap harus independent, tidak boleh kerja-kerja bisnis, ada garis api antara sisi bisnis dan redaksi,” ujarnya.

Ia mengatakan ketika jurnalis digaji dengan layak maka akan mengahasilkan karya-karya jurnalis yang apik dan independent.

“ jurnalis harus terus dipacu agar karyanya bermutu. Pengusaha media yang ingin agar kualitas jurnalisnya bermutu maka salarynya juga harus masuk akal. Ada kesesuaian antara keprofesionalan dengan upah yang layak, saling berhubungan itu,” tukasnya.

 

Penulis : jati / endah

Sumber foto : google

 



Leave a Reply