Penyebab Banjir di Palembang, Harnojoyo : Karena Terhentinya Gotong Royong

PALEMBANG SONORA – Tingginya curah hujan yang terjadi di Palembang beberapa hari lalu membuat sejumlah wilayah digenangi banjir yang cukup parah, sehingga terdapat beberapa daerah baru yang yang mengalami genangan air salah satunya di Simpang 5 DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Menanggapi hal ini, Walikota Palembang, Harnojoyo mengungkapkan, banjir di titik-titik baru ini disebabkan aktivitas gotong royong yang terhenti selama masa pandemi.

“Jadi genangan air berpengaruh karena curah hujan tinggi. Titik-titik baru (banjir) terjadi karena selama masa pandemi ini kita tidak melakukan gotong royong. sehingga saluran kita banyak sampah dan aliran air terhambat,” ungkap Harnojoyo, Jum’at (03/09).

Harno mengatakan, tidak dianjurkannya mengumpulkan kerumunan di masa pandemi Covid-19 ini menyebabkan aktivitas gotong royong juga ikut terhenti. Padahal untuk membersihkan saluran air yang terhambat dibutuhkan tenaga banyak orang.

“Karena kan kita mengurangi kerumunan. Sedangkan gotong royong butuh orang yang membantu sebanyak-banyaknya,” kata dia.

Selain pengaruh program gotong royong dari Pemerintah Kota (Pemkot) yang belum efektif kembali, genangan air yang terjadi pun turut dipengaruhi adanya pembangunan konstruksi sepanjang jalan aliran Sungai Sekanak Lambidaro. Sehingga saluran belum maksimal bermanfaat.

“Soal banjir dan pembangunan ini sudah kita koordinasi dengan balai jalan. Rencana ke depan, akan ada kolam retensi tambahan untuk aliran air,” ujarnya.

Selain terhentinya aktivitas gotong royong, Harnojoyo mengaku, kinerja pompa air yang tak berfungsi efektif juga menjadi penyebab banjir dan genangan air yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebab kemampuan pompa menahan air tidak maksimal karena mengalami mati listrik.

“Kita akan melanjutkan pengerjaan kolam retensi untuk menampung air, karena masalah pompa ini perlu dievaluasi,” tutupnya.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Koleksi Pribadi



Leave a Reply