
” Pertama adalah pos sosial, sebesar 2,5 % dari pendapatan. cicilan hutang kendaraan atau rumah sebaiknya tidak lebih dari 30 % dari pendapatan. kepentingan asuransi diri maksimal 10%, tidak boleh lebih meskipun penting. investasi antara 10 hingga 20%. pendidikan 10 hingga 15%. kebutuhan sehari-hari seperti makan, kendaraan, perjalanan, belanja kebutuhan pokok 60%. liburan maksimal 5% dari pendapatan,” ujarnya.
Meskipun saat ini jenuh atau stress, namun jangan sampai berlibur melebihi batas pos-pos yang sudah ditetapkan tadi. Untuk liburan dianggarkan maksimal 5%.
” Bila sudah sesuai dengan pos-pos tadi, mudah-mudahan kondisi ekonomi tidak akan berpengaruh banyak,” tukasnya.
Untuk menjaga stabilitas dari segi ekonomi, perlu disediakan dana darurat, mengantisipasi kondisi yang tidak terduga seperti sakit, kecelakaan maupun pandemi. Dana darurat yang disediakan enam kali pengeluaran tetap. misal gaji perbulan 5 juta maka ada 30 juta dalam tabungan mengendap yang tidak boleh digunakan kecuali keadaan mendesak.
” Untuk lebih bijak menggunakan dana darurat sesuai pos-posnya. Harus menempatkan pos-pos sesuai dengan porsinya, ketika ada keadaan tidak terduga baru menggunakan dana darurat agar perekonomian tidak terganggu,” tutupnya
penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi