
“ Banyak merosot, tinggal 30%. Pembatasan-pembatasan memperparah keadaan, karena sector ini bukan berdagang kebutuhan pokok. Orang mengurangi pengeluarannya lebih ke kebutuhan pokok,” ujarnya.
Sebelum pandemic keadaan normal, setiap hari selalu ada yang datang ke toko. Sejak pandemic pengunjung sepi jauh berkurang. Agar dapat bertahan, ia memberikan promo lebih murah, juga pengerjaan ke rumah-rumah karena ada yang tidak mau keluar rumah. “ Jadi kami datangi pengerjaanya,” tukasnya.
Protocol kesehatan selalu diterapkandi tokonya mulai dari menggunakan masker, dan handsanitizer. Jumlah karyawan ada 7 orang, dan semua diberdayakan.
“ Semoga pandemic cepat selesai, ekonomi bisa kembali normal seperti dulu kala,” ujarnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi