Site icon Sonora FM Palembang

Apa itu Seks Ambigu ? Berikut Penjelasannya

Palembang Sonora – Semakin cepat menentukan jenis kelamin seorang anak apakah laki-laki atau perempuan sangat baik sebab berkaitan dengan identitas, pemberian nama, akte kelahiran serta cara pegasuhan. Pada kasus kasus tertentu terjadi kelainan jenis kelamin seorang anak, sulit ditentukan apakah laki-laki atau perempuan. Dr. Desti Handayani, Sp.A (K) dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang dalam acara Bincang Dokter (03/05/2021) mengatakan kelainan dalam menentukan jenis kelamin seorang anak disebut ambigu.

“ langka dan jarang terjadi, sulit ditentukan jenis kelamin anak atau bayi apakah laki-laki atau perempuan. Biasa kita melihat jenis kelamin dari tampilan luar atau fisik. Bila tampilan luar tidak sesuai maka disebut seks ambigu,” ujarnya.

Ia menjelaskan seks ambigu bermacam-macam antara lain kelainan struktur, hormone dan kromosom.

“ jenis kelamin ditentukan olah ayah dan ibu. Untuk laki-laik kromosomnya xy, perempuan xx. Gangguan bisa terjadi bila kelebihan kromosom atau kekurangan kromosom. Maka tampilannya akan berbeda dan bisa jadi seks ambigu. Perkembangan jenis kelamain juga ditentukan oleh hormon. Pada laki-laki pembentukan penis dipengaruhi oleh hormon sementara perempuan tidak. Bila kekurangan hormon maka tidak terbentuk penis dan juga masuk kedalam seks ambigu. Kelainan struktur antara lain mikro penis, ujung uretra yang tidak pada tempatnya, tampilan skrotum yang terbelah seperti bibir vagina juga termasuk seks ambigu,” tukasnya.

Ia mengatakan untuk memperbaiki seks ambigu terdapat step-step yang harus dilakukan.

“ untuk kelainan kromosom akan lebih sulit karena dibawa sejak lahir. Untuk kelainan hormon di cek terlebih dahulu kadar hormonnya apakah cenderung laki-laki atau perempuan, bila sudah diketahui baru ditambah hormon. Untuk kelainan struktur  akan dicari dahulu kelainannya dimana, bila missal buah zakar tersembunyi atau letak uretra yang tidak pada tempatnya maka dokter bedah dan dokter anak akan memperbaiki,” ujarnya.

Ia menambahkan perubahan jenis kelamin anak perlu didukung oleh semua pihak mulai dari si anak, orang tua dan juga negara. Karena anak perlu dukungan moril juga orang tuanya harus mendapat dukungan agar tidak depresi, sementara negara juga perlu membantu dalam sisi hukum.

 

Penulis : jati / endah

Sumber foto : koleksi pribadi

 

Exit mobile version