Site icon Sonora FM Palembang

Apa Kabar Sriwijaya FC ?, Berikut Penjelasannya

Palembang Sonora – Sriwijaya FC, Klub sepakbola kebanggan warga sumsel FC lama tak terdengar kabarnya akibat pandemic covid-19.

Hendri Zainuddin, Direktur PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) kepada Sonora (12/08/2021) menceritakan perkembangan Sriwijaya FC saat ini.

“ Baik-baik saja, walaupun galau. Dari 2020 SFC siap tempur tapi faktanya tidak pernah tempur. 2021 persiapan dari bulan April, Mei, Juni, Juli mau kompetisi tapi ujung-ujungnya tidak jadi,” ujarnya.

Kondisi tim saat ini sedang diliburkan, para pemain berlatih secara manual masing-masing. Artinya secara tim siap tempur tapi menunggu keputusan final. “ Sebelum ada surat resmi dari kepolisian dan PSSI, kondisi tim saat ini betul-betul siap,” tukasnya.

Tahun lalu SFC mengalami kerugian hingga 6 milyar, sekarang belum tahu karena sponsor-sponsor yang sebagian terlibat tidak bisa membaar karena tidak ada liga. Gubernur Sumsel ikut memperhatikan kondisi ini,  ditambah ada beberapa sponsor swasta murni yang membantu SFC. “ Artinya sampai sekarang sponsor secara umum belum ada tapi secara khusus ada untuk menutupi gaji pemain,” ujarnya.

Fenomena artis membeli saham klub sepak bola dinilai cukup baik, namun untuk SFC tidak bisa dimiliki seluruh sahamnya, sebab SFC adalah tim kebanggaan warga Sumsel. “ Kemaren Atta Halilintar sempat bernegoisasi dan ingin penuh. Hal itu tidak mungkin karena tim kebanggan Sumsel. Bila mau system pengelolaan saham yang tidak dominan, masih bisa,” tukasnya.

Saat ini klub sepakbola ditanah air membutuhkan kepastian kapan bisa bermain lagi. PSSI menginginkan kompetisi kembali bergulir tetapi kondisi pandemic naik lagi sehingga dibatalkan. “ Sekarang ktia memantau saja apa yang terjadi dikemudian hari,” ujarnya.

Manajemen SFC menargetkan agar SFC bisa kembali ke liga 1 Indonesia dalam rangka mengembalikan kejayaan SFC, walaupun ditengah persaingan yang ketat.

“ Mudah-mudahan setelah pandemic PSSI mengulirkan banyak kompetisi, dari kompetisi ini akan diperoleh bibit-bibit muda berprestasi. Untuk stake holder agar program vaksinasi bisa dituntaskan sehingga terbentuk herd imunity, sehingga keadaan bisa normal dan kompetisi bisa berjalan lagi,” tukasnya.

 

Penulis : jati

Sumber foto  : Tribun Sumsel

Exit mobile version