Site icon Sonora FM Palembang

Augmented Reality For Life

Palembang Sonora –  Augmented Reality atau AR  adalah teknologi yang memperoleh penggabungan secara real-time terhadap digital konten yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata. Augmented Reality memperbolehkan pengguna melihat objek maya 2D atau 3D yang diproyeksikan terhadap dunia nyata.

Latius Hermawan, S.T, M.Kom Dosen Teknik Informatika Unika Musi Charitas dalam acara IT Corner mengatakan AR sering digunakan dalam dunia game, media social, dunia kedokteran , serta dunia penyiaran.

“ Game, Pokemon Go! Ada yang masih memainkannya hehe. Game ini mempunyai daya tarik tersendiri karena memiliki konsep menggabungkan dunia nyata dengan karakter Pokemon favorit. Sosmed, Salah satu fitur AR yang sering kamu gunakan yaitu di Instagram. Medis, AR sering digunakan untuk pelatihan medis. Baik itu berupa aplikasi maupun peralatan operasi lainnya. Di Klinik Cleveland, Case Western Reserve University, siswa menggunakan headset AR untuk mempelajari seluk beluk anatomi. Broadcast, Bidang yang satu ini sering kalian temui pastinya. Dari siaran cuaca hingga acara olahraga. AR berbentuk visual sudah umum berada di layar kaca tv kamu. Jika kamu sering menemukan acara yang berkualitas dari segi objek visualnya maka itu adalah pemanfaatan dari teknologi AR,” urainya.

Ia menjelaskan beberapa tools yang sering digunakan untuk membuat AR antara lain Pengenalan Unity : Menjelaskan tools/game engine yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi AR dari ARCore dan Vuforia. Konsep ARCore : Menerapkan teknologi AR dari Google untuk augmentasi wajah, gambar, pencahayaan, environmental understanding, dan melacak pergerakan AR.Konsep Vuforia : Membahas tools yang banyak digunakan oleh para AR developer. Kelebihannya ialah mudah diterapkan, kompatibel untuk semua device, dan lainnya. Konsep Spark AR : Membahas salah satu tools yang digunakan untuk mengembangkan AR ke dalam sosial media seperti Facebook dan Instagram. Siapa pun dapat membuat konten AR untuk Facebook maupun Instagram dengan mudah, cepat, dan praktis. Blender, dll.

“ Mobile devices (smartphone dan tablet). Perangkat ini paling banyak dan cocok untuk AR mobile apps. Mulai dari bisnis, olahraga, game, dan jejaring sosial. Special AR devices. Perangkat yang dirancang khusus untuk AR experiences yang lebih baik. Contohnya adalah HUD (head-up display), berfungsi untuk mengirim data dengan tampilan transparan ke tampilan yang dapat diterima pengguna. AR glasses. Kamu pasti pernah mendengar perangkat yang satu ini. Iya seperti Google Glass, Laster See-Thru, Meta 2 Glasses, dll. Keunggulan apa? Perangkat ini mampu menampilkan notifikasi dari smartphone kamu. Dapat membantu dari sektor perakitan, mengakses konten tanpa menggenggam, dan sebagainya.Virtual retinal displays (VRD). Perangkat jenis ini menghasilkan gambar dengan sinar laser ke mata manusia. Bertujuan menampilkan gambar yang terang (kontras tinggi), resolusi tinggi. Sistem ini masih dibuat untuk penggunaan uji coba,” tukasnya.

Jenis – jenis AR antara lain adalah Marker Based Augmented Reality, beberapa orang menyebutnya image recognition. Karena jenis AR ini memerlukan objek visual khusus dan kamera untuk memindainya. Objek visual bisa berbentuk apa saja, dari kode QR yang dicetak hingga simbol khusus. Perangkat AR ini juga menghitung posisi dan orientasi marker untuk memposisikan konten. Dengan begitu, marker akan menampilkan animasi digital yang dapat dilihat oleh pengguna. Markerless Augmented Reality, Jenis ini yang menjadikan Augmented Reality dipakai secara luas. Markerless AR menggunakan teknologi GPS, pengukur kecepatan, kompas digital serta akselerometer yang tertanam dalam perangkat untuk menyediakan data berdasarkan lokasi kamu. Teknologi markerless augmented reality yang terdapat pada perangkat smartphone kamu memiliki ketersediaan fitur pendeteksian lokasi. Jenis ini umum digunakan untuk memetakan arah, dan aplikasi seluler berbasis lokasi lainnya. Projection Based Augmented Reality, projection based Augmented Reality bekerja dengan cara memproyeksikan cahaya buatan ke permukaan real. Dalam beberapa kasus memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengannya. Ini seperti hologram yang kamu lihat di film bergenre sci-fi seperti Star Wars.

 

Penulis : Latius Hermawan / jati

Sumber foto : koleksi pribadi

 

Exit mobile version