BA Grow, Hilirisasi Batu Bara untuk Pertanian

Sonora Palembang – Hilirisasi kini menjadi kata yang prestisius di berbagai perusahaan BUMN Indonesia. Banyak perusahaan berlomba menghasilkan produk hilirisasi, tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, melainkan menghadirkan produk bernilai tambah yang ramah lingkungan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang selama ini dikenal sebagai produsen batubara, kini bertransformasi menjadi perusahaan dengan langkah strategis untuk menghasilkan produk hilirisasi berorientasi lingkungan.

Pada tahun 2026, PTBA meluncurkan BA Grow, produk Kalium Humat yang dikembangkan sebagai pembenah tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus ketahanan pangan nasional. Produk ini menjadi simbol transformasi PTBA dari perusahaan tambang batubara menjadi perusahaan energi dan kimia berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan.

Awal Mula: Terobosan Akademisi

Produk BA Grow berawal dari riset Prof. Ferian Anggara, dosen sekaligus guru besar termuda di Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Pada 2025, bersama tim penelitinya, ia berhasil mengubah batubara kalori rendah menjadi Kalium Humat (K-Humat), lignite-based soil stabilizer yang berfungsi sebagai pembenah tanah.

Peluncuran produk hasil riset ini dilakukan di Auditorium Fakultas Teknik UGM pada 21 Agustus 2025. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, yang menilai inovasi ini sebagai terobosan penting dalam dunia pertanian.

Prof. Ferian menegaskan komitmennya: “Publikasi jurnal sebagai kewajiban akademisi memang penting, tetapi pengembangan hasil penelitian hingga menjadi produk siap komersialisasi adalah capaian nyata yang harus diwujudkan, ujarnya.

Keunggulan K-Humat

Menurut Prof. Ferian, K-Humat memiliki sejumlah keunggulan:

  • Kadar asam humat dan kelarutan memenuhi spesifikasi Grade A Kementerian Pertanian RI.
  • Kandungan alkali berasal dari kalium, sehingga tidak menambah natrium ke tanah.
  • Teknologi dan bahan baku sepenuhnya berasal dari Indonesia.
  • Produk telah dipatenkan dan didaftarkan merek dagangnya sebagai GamaHumat.

Keunggulan inilah yang membuat PTBA tertarik berkolaborasi untuk mengkomersialisasikan produk tersebut dengan nama BA Grow.

Panen Perdana di Muara Enim

Pada 9 Maret 2026, panen padi pertama dari uji coba penggunaan BA Grow dilakukan di Desa Tanjung Karangan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Acara ini dihadiri peneliti UGM, seluruh Board of Directors dan Board of Commissioners PTBA, Bupati Tanjung Enim, jajaran Forkopimda, serta para petani lokal.

Direktur Utama PTBA saat itu, Arsal Ismail, menyampaikan keberhasilan penggunaan BA Grow dalam meningkatkan hasil panen. Penggunaan BA Grow telah meningkatkan hasil panen padi hingga 30–50%. Implementasi K-Humat hasil ekstraksi batubara kalori rendah ini menjadi bukti nyata peningkatan nilai tambah hilirisasi batubara untuk mendukung ketahanan pangan, ujarnya.

Prof. Ferian menambahkan K-Humat telah diuji coba di berbagai macam komoditas pertanian, perkebunan, dan hortikultura. Selain itu, uji coba juga dilakukan di berbagai kondisi tanah, mulai dari tanah subur hingga tanah kritis dan lahan reklamasi tambang. Seluruh hasil pengujian menunjukkan indikator positif—mulai dari peningkatan produktivitas, pengurangan konsumsi pupuk kimia, stabilisasi pH, serta parameter lainnya. Semua capaian ini berhasil diraih karena tanahnya telah dibenahi oleh penggunaan K-Humat.

Perkenalan di Inagritech 2026

Produk BA Grow kemudian diperkenalkan secara resmi dalam pameran Inagritech 2026 di Jakarta International Expo (28–30 Juli 2026). Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, menegaskan bahwa pengembangan BA Grow merupakan bagian dari strategi hilirisasi batubara yang diarahkan untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan inovasi hasil hilirisasi batubara bagi sektor pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional, katanya.

Keikutsertaan PTBA dalam pameran ini juga menjadi momentum memperluas kemitraan dengan pelaku industri agrikultur, akademisi, peneliti, dan instansi pemerintah. Melalui inisiatif “Dari Batubara untuk Tanah”, PTBA ingin menunjukkan bahwa batubara tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang bermanfaat bagi pertanian.

Selama pameran, PTBA memberikan edukasi melalui media interaktif tentang proses pengembangan dan manfaat BA Grow, serta membuka ruang konsultasi bagi mitra, distributor, dan pelaku usaha pertanian.

Dampak dan Harapan

Hadirnya BA Grow menunjukkan bahwa hilirisasi batubara tidak hanya berorientasi pada energi, tetapi juga bisa memberi manfaat langsung bagi sektor pangan. Dengan hasil uji coba yang positif, produk ini berpotensi menjadi solusi nyata bagi petani di Sumatera Selatan dan daerah lain di Indonesia.