“ Kagama harus bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan solusi bagi kehidupan masyarakat. kita telah mengalami pandemic covid-19, berdampak pada social ekonomi masyarakat. tidak terlepas dari itu ustadz/ah dimasa pandemic banyak proses belajar mengajar tertunda sehingga tidak dilakukan. Ustadz/ah mengalami kekurangan pendapatan,” ujarnya.
Dari data BKPRMI ada sekitar 1400 ustadz/ah di kota Palembang, yang aktif sekitar 50%. Mereka mendapatkan telur sebanyak 2 kilogram.
“ Jumlah telur yang dibagikan sebanyak 1 ton 5 Kg kepada yang hadir di Masjid Ar-Razzaq,” tukasnya.
Dipilih telur karena sebelumnya sudah pernah ada pembagian beras, sekarang diberikan lauknya. Telur merupakan salah satu protein hewani yang sangat lengkap dan terjangkau. Dikota Palembang Ikatan Alumni UGM berjumlah 60, setengahnya dari UGM dan sisanya dari ITB, Unsyah, Unair, Bali dan berbagai alumni.
“ Kagama terdiri dari berbagai bidang ilmu. Kedepan tidak hanya berbentuk fisik bantuan yang diberikan tapi juga bisa solusi yang diberikan, baik permasalahan hewan maupun multi disiplin ilmu, kagama membantu mencarikan solusi,” tutupnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi