Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang Gelar Sosialisasi Penerapan Fumigasi Metil Bromida Standar Badan Karantina Pertanian

SONORA , PALEMBANG – Sejak akhir tahun 2019, Kementerian Pertanian memperkenalkan program penguatan melalui Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) Komoditas Pertanian.

Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang turut memperkenalkan Program Kementerian Pertanian tersebut melalui kegiatan Sosialisasi Penerapan Fumigasi Metil Bromida Standar Badan Karantina Pertanian, Selasa (18/2), di PT Gajah Unggul Internasional Palembang.

Menurut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang Ir. Bambang Hesti Susilo, M.Sc., Gratieks memiliki sedikitnya 5 parameter.

Pertama, meningkatkan frekuensi dan volume komoditas ekspor. Kedua, menggali komoditas baru yang belum pernah diekspor. Kemudian, mengajak pelaku ekspor yang baru. Selanjutnya, melakukan pendekatan terhadap negara baru sebagai tujuan ekspor komoditas pertanian dari Sumatera Selatan.

Bambang menjelaskan, target dari program Gratieks yang dicanangkan Kementerian Pertanian, tersirat pada istilahnya, yaitu tiga kali ekspor terkait volume, frekuensi, terutama nilai rupiah.

Bambang menilai, komoditas pertanian yang selama ini diekspor ke luar negeri selama kurun waktu lima tahun, akan ditingkatkan menjadi tiga kali lipat.

Bambang memberikan contoh, misalnya nilai ekspor tahun ini 1000 trilyun, pihaknya berharap dalam kurun waktu lima tahun nilai ekspor naik menjadi 3000 trilyun.

“Mohon maaf, 1000 trilyun itu hanya sekedar satu ilustrasi saja,” ujarnya.

Bambang mengatakan, ilustrasi tadi sebagai target jangka panjang. Sedangkan, untuk target jangka pendek, Bambang menilai, perlu digalakkan sejumlah komoditas baru yang siap ekspor.

Sehingga, kata Bambang, kalau dirinya mencoba untuk memetakan, target jangka pendek mudah-mudahan dapat diwujudkan bulan Maret 2020.

Bambang menjabarkan, target jangka pendek tersebut berupa ekspor beras dari Sumatera Selatan, dan ekspor kelapa bulat ke negara Thailand, tanpa kekhawatiran akan adanya penolakan dari negara tujuan ekspor.

Gerakan tiga kali lipat ekspor ini dibuat sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian agar bekerja dengan cara yang tidak biasa.



25 Comments

Leave a Reply