Site icon Sonora FM Palembang

Berdayakan UMKM Melalui Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir, Pemkot Palembang Bentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah

PALEMBANG SONORA – Akses keuangan merupakan salahsatu kerangka pembangunan ekonomi nasional dalam rangkamendorong pertumbuhan ekonomi, percepatan penanggulangankemiskinan, pengurangan kesenjangan antar individu dan antardaerah. Untuk itu, Pemerintah Daerah Kota Palembang membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Palembang yang dikukuhkan pada Rabu, 23 Juni 2021 bertempat di Rumah Dinas Walikota Palembang.

Tergabung dalam keanggotaan Tim ini OJK, Bank Indonesia,Ditjen Perbendaharaan, Organisasi Perangkat Daerah PemkotPalembang, Lembaga Jasa Keuangan, dan unsur akademisi di kota Palembang, akan berkoordinasi secara aktif untukmeningkatkan percepatan akses keuangan daerah dalam rangkamendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkanmasyarakat Kota Palembang yang lebih sejahtera.

Mengawali kegiatan pengukuhan, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel melaporkan bahwa percepatan akses keuangan di Kota Palembang telah didukung dengan tersedianya jaringankantor lembaga jasa keuangan yang berkinerja baik meski di masa pandemi. Tercatat per April 2021 penyaluran kreditperbankan tumbuh 1,84% (yoy), penyaluran pembiayaan dariPerusahaan Pembiayaan tumbuh 7,34% (ytd), dan terdapat58.436 investor Pasar Modal dengan nilai transaksi jual belisaham mencapai Rp4,8 triliun.

Lebih lanjut, Untung memaparkan bahwa beberapa upaya yang dapat dilakukan TPAKD antara lain dengan mendukungprogram pemerintah pusat, seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Ultra Mikro (UMi), Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR), danlainnya. Bahkan sebelum TPAKD Kota Palembang terbentuk, Pemkot Palembang telah memiliki program percepatan akseskeuangan kepada pelaku UMKM, yakni melalui Program KreditTanpa Bunga Tanpa Agunan. “Program kredit UMKM tanpabunga tanpa agunan ini patut diapresiasi dan harus terusdikembangkan untuk mendorong akses keuangan pelakuUMKM, namun memang perlu dilakukan penyesuaian model penyalurannya, agar risiko NPL dapat dimitigasi”, imbuhnya.

Menanggapi laporan tersebut, Walikota Palembang H. Harnojoyo menyampaikan bahwa pengembangan UMKM memegang peranan penting dan strategis dalam pembangunanekonomi kerakyatan, karena peran UMKM mampumeningkatkan roda perekonomian. Beranjak dari hal tersebut, sekaligus bentuk dukungan terhadap Program PemerintahK/PMR, Pemkot Palembang melalui BPR Palembang telahmelaksanakan Program Kredit Tanpa Bunga Tanpa Agunansejak tahun 2017. Adapun program tersebut telah dinikmati olehlebih dari 7.000 pelaku UMKM dengan tingkat pengembalian di atas 90%.

Selanjutnya, Harnojoyo mengungkapkan jika Pemerintah terusberupaya dalam memberdayakan UMKM dan mengambillangkah-langkah kebijakan antara lain denganmenumbuhkembangkan wirausaha baru yang bekerja samadengan stakeholders terkait. “Melalui TPAKD Kota Palembang ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, sehingga dapat menciptakan pelaku usaha UMKM yang kreatif, inovatif, dan mempunyai daya saing, sehingga dapatberkontribusi pada pertumbuhan perekonomian di Kota Palembang”, ujar Harnojoyo.

Exit mobile version