PALEMBANG SONORA – Pandemi covid – 19 yang terjadi saat ini sangat berpengaruh terhadap berbagai sektor terutama sektor ekonomi dan berimbas kepada pelaku para UMKM . Sebelum adanya pandemi Covid-19 mulai dari tahun 2012 , Ridwan owner Ayam Sriwijaya telah berusaha untuk mempertahankan usaha kuliner Ayam Sriwijaya , khususnya dimasa pandemi seperti saat ini. Upaya yang dilakukan untuk bertahan, ia mengatakan “ Pertama, mengurangi apa-apa yang bisa di cut mulai dari bahan baku ataupun penjualan yang kurang optimal hingga mengerucutkan menu-menu yang kurang maksimal ” . “ Kedua , karena konsumsen ayam kuliner banyak orang kantoran dan mahasiswa yang benar -benar hilang sejak terjadi pandemi covid -19 “. Ia mengatakan konsumen yang masih bertahan saat ini berasal dari penjualan via online. Selain itu adanya promo dari penjualan via online dirasa sangat membantu meskipun dalam perjalanan harus benar – benar berhitung untuk menentukan harga jual karena dengan kondisi saat ini banyak masyarakat yang masih mikir -mikir untuk membeli makanan via online.
Sementara itu, untuk bertahan dari sisi offline, ia membuka kesempatan bagi teman – teman untuk berbagi menumbuhkan jiwa sosial dengan menyiapkan paket berbagi mulai dari panti asuhan , yang bisa diantarkan langsung dan dilengkapi dengan dokumentasi foto, video dan bukti afirmasi dari panti asuhan. Semua dilakukan agar dapur tetap berproduksi. Ia juga terpaksa harus melakukan pengurangan karyawan untuk menutup biaya operasional, mengingat sejak terjadinya Covid -19 sangat berpengaruh terhadap penurunan omset hingga mencapai 80% Ridwan berharap, agar kondisi ini bisa normal kembali .
Ridwan mengharapkan pemerintah dapat membantu keberadaan UMKM agar bisa bertahan bisnisnya bukan hanya sekedar memberikan himbauan. Ia melihat masih ada masyarakat yang masih cemas dengan kondisi saat ini, agar pemerintah dapat membarikan informasi yang bisa membuat orang terlalu ketakutan terkait Covid-19. Selain itu bantuan pemerintah dari sisi permodalan dan pemasaran dianggap perlu . Ia mengatakan saat ini ia menggunakan jasa endorsement seperti food blogger di Palembang yang dirasa cukup mahal karena bisa mencapai Rp 500.000,- hanya untuk sekali posting.
Penulis : Esy Armisi
Sumber Foto :
