PALEMBANG SONORA – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Palembang berlokasi di jantung Kota Palembang.
Gedung Lapas, yang sebelumnya adalah gedung Rumah Tahanan Kelas I Palembang, merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda yang didirikan pada tahun 1917.
Untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, pihak Lapas menerapkan sejumlah kebijakan.
Menurut salah seorang warga binaan Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, Juleni, pihak Lapas telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona dengan sangat baik.
Untuk sementara waktu, kata Juleni, warga binaan Lapas Perempuan mendapatkan minuman air wedang jahe setiap hari, dijemur di bawah sinar matahari pagi, berolahraga sebanyak 3 kali seminggu, diminta untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dilarang berjabat tangan, dan menjaga jarak satu sama lain minimal 1 meter.
Hal itu disampaikannya, Kamis (23/4), saat diwawancarai Radio Sonora di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang.
Menurut Juleni, warga binaan diminta untuk menjaga jarak dalam hal menelpon, berjemur di bawah sinar matahari pagi, dan berolahraga.
Juleni menjelaskan, kegiatan olahraga 3 kali seminggu tersebut rutin dilaksanakan setiap hari Senin, Rabu, dan Sabtu.
“Aerobik, SKJ kadang, poco-poco,” pungkasnya.
Penulis : Bovend
Sumber Foto : Google.com
