Site icon Sonora FM Palembang

Di Balik Setiap Penerbangan ada Avtur Berkualitas Menjaga Keselamatan

Sonora Palembang – Setiap pesawat yang mengudara dari Bandara tidak hanya membawa lebih dari sekadar penumpang dan kargo, pesawat juga membawa harapan, tujuan, dan tanggung jawab. Untuk memastikan pesawat mendapatkan bahan bakar berkualitas terbaik. Tiga fasilitas utama milik Pertamina, Kilang  Refinery Unit (RU) III Plaju , Fuel Terminal (FT) Pulau Layang, dan Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang berperan sangat krusial dalam penyaluran bahan bakar pesawat jenis avtur untuk konsumen di Bandara SMB II. Ketiga fasilitas ini mendukung kelancaran dan keamanan penerbangan di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)  dengan menyediakan bahan bakar berkualitas sesuai standar aviasi internasional.

Kilang RU III Plaju : Produsen Avtur Berkualitas Tinggi

Kilang RU III Plaju, yang berada di bawah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Palembang, merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak utama di Indonesia. Sebagai produsen avtur untuk penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, kilang ini telah melalui berbagai modernisasi untuk menjaga kualitas produksinya.

PJS Area Manager Communication Relations & CSR KPI RU III Plaju, Perliansyah, menjelaskan bahwa proses pengolahan avtur di kilang ini dilakukan dengan sangat teliti untuk memastikan produk memenuhi standar kualitas yang tinggi.

“Minyak mentah jenis tertentu diolah di Crude Distillation Unit (CDU), di mana minyak mentah dipisahkan berdasarkan titik didihnya menjadi berbagai fraksi, termasuk avtur. Setelah melalui CDU, avtur kemudian diolah di unit treating untuk mengurangi impurities sehingga sesuai dengan spesifikasi kualitas yang diinginkan,” jelas Perliansyah.

Untuk memastikan avtur memenuhi standar internasional, kilang ini menerapkan beberapa langkah penting. Perliansyah menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat sesuai dengan batasan yang ditentukan, serta Quality Control (QC) dilakukan setiap hari di laboratorium oleh pekerja yang tersertifikasi. Proses ini memastikan bahwa avtur yang dihasilkan memenuhi standar dan kualitas optimal yang dibutuhkan untuk penerbangan.

Fuel Terminal Pulau Layang

FT Pulau Layang: Jantung Distribusi Avtur

Setelah diproduksi di Kilang Plaju, avtur disalurkan ke FT Pulau Layang, fasilitas distribusi milik PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel. Terminal ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum avtur dikirim ke AFT Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II).

Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menjelaskan bahwa FT Pulau Layang bertugas menampung avtur sebelum disalurkan ke konsumen melalui AFT SMB II.

“Avtur di AFT SMB II disuplai dari FT Pulau Layang, yang mendapatkan pasokan langsung dari PT Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju. Penyaluran dilakukan menggunakan sarana transportasi bernama Bridger, dengan dua jenis kapasitas tangki yaitu 16 kiloliter (KL) dan 24 KL,” ujar Nikho.

Penyaluran ini menunjukkan pentingnya rantai pasok bahan bakar pesawat di wilayah Sumatera bagian Selatan. Data per September 2024 menunjukkan penjualan avtur di wilayah ini mencapai 51.800 KL, dan target untuk tahun 2024 adalah 66.000 KL.

“Sales avtur di Sumbagsel hingga September 2024 mencapai 51.800 KL, dan kami optimis mencapai target 66.000 KL pada akhir tahun ini,” tambahnya.

Data penjualan avtur tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang di Bandara SMB II. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Juli 2024, bandara ini telah melayani lebih dari 127.048 penumpang. Hal ini menegaskan bahwa AFT SMB II harus memastikan setiap penerbangan dilengkapi dengan pasokan bahan bakar yang aman dan berkualitas.

Aviation Fuel Terminal SMB II: Titik Kritis dalam Pengisian Bahan Bakar

AFT SMB II adalah fasilitas terakhir yang menyalurkan avtur ke pesawat. Di sini, avtur yang telah diproduksi dan disalurkan melalui proses pengecekan akhir sebelum diisi ke tangki pesawat.

Petugas Quality Control (QC) di AFT SMB II bertanggung jawab menjaga keamanan dan kualitas bahan bakar.

“Kami melakukan pengecekan menyeluruh terhadap setiap batch avtur yang kami terima. Selain itu, pemeriksaan rutin terhadap peralatan pengisian bahan bakar dilakukan untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan aman,” jelas Rachma Jati Megantoro, Supervisor Receiving, Storage & Distribution SMB II, Palembang.

Teknologi PADMA: Inovasi dalam Pembelian Avtur

Pertamina meluncurkan inovasi melalui aplikasi PADMA (Pertamina Aviation Digital Management Application) untuk memudahkan pembelian avtur oleh maskapai. Aplikasi ini mempercepat proses transaksi sekaligus memastikan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran bahan bakar. Dengan digitalisasi ini, diharapkan ada integrasi data dalam setiap proses refuelling, sehingga pelayanan kepada konsumen dapat lebih tepat waktu, akurat, efektif, dan efisien.

“Dengan PADMA, pelayanan kepada konsumen menjadi lebih tepat waktu, akurat, efektif, dan efisien,” ungkap Nikho.

Nikho juga menambahkan bahwa aplikasi PADMA mempermudah petugas di lapangan dalam menjalankan tugas.

“Petugas kami menerima jadwal, data penerbangan, dan tugas pengisian pesawat melalui tablet Certified Refueler Operator (CRO). Data volume transaksi otomatis masuk melalui Bluetooth ke tablet, dan struk pengiriman dicetak menggunakan printer thermal. Data dari lapangan kemudian dikirim ke pengawas untuk dicek, sebelum diunggah ke sistem SAP Pertamina melalui direct posting untuk DGO atau upload excel untuk PADMA,” jelasnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun penyaluran avtur berjalan lancar, Kilang Plaju tetap menghadapi sejumlah tantangan. Menurut Perliansyah, tantangan utama adalah perubahan karakteristik minyak mentah (crude oil) dan peningkatan permintaan pasar.

“Perubahan karakteristik crude oil mempengaruhi proses produksi, yang bisa mengganggu kontinuitas dan menurunkan efisiensi operasional. Selain itu, peningkatan permintaan pasar yang semakin tinggi menjadi tantangan besar dalam menjaga pasokan avtur,” ungkapnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kilang Plaju berupaya mengoptimalkan proses produksi dan menerapkan teknologi canggih. Selain itu, kilang ini juga berkomitmen pada keberlanjutan operasional dengan mengintegrasikan energi terbarukan dan mengurangi dampak lingkungan.

“Kami mengatasi tantangan ini dengan mengoptimalkan proses produksi, menerapkan teknologi canggih, dan menjaga keberlanjutan operasional melalui penggunaan energi terbarukan,” tambahnya.

Sinergi dan Komitmen dalam Penyaluran Avtur

Kolaborasi antara Kilang Plaju RU III, FT Pulau Layang, dan AFT SMB II menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan komitmen dapat memastikan kelancaran operasional penerbangan. Dari proses produksi di kilang hingga pengisian bahan bakar di pesawat, setiap tahap dikerjakan dengan dedikasi tinggi demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penerbangan.

Dengan penerapan teknologi canggih seperti PADMA dan dukungan tim profesional, Pertamina terus mengoptimalkan proses produksi avtur untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Di balik setiap penerbangan, ada dedikasi, inovasi, dan komitmen yang bekerja tanpa henti demi keselamatan dan kenyamanan kita di udara.

Penulis Achmad Aulia

Exit mobile version