
“ Tetap meningkatkan cakupan testing. Setiap orang yang menunjukkan gejala covid seperti batuk, demam diatas 38 derajat harus melakukan pemeriksaan sampel baik PCR maupun antigen,” ujarnya.
Beberapa laboratorium sudah melakukan metode pengurutan genome keseluruhan atau whone genome sequencing. Sampel yang diperiksa secara random dikirim ke lab di Jakarta, nanti dipetakan apakah varian omicron atau bukan.
“ Di Palembang belum ada lab yang mampu memetakan varian omicron atau bukan. Ada 12 lab yang mampu memetakan, 11 di pulau jawa dan 1 di Sulawesi selatan. Hasil pemetaan diperoleh selama 1 hingga 2 minggu tapi menteri meminta agar 1 hingga 3 hari hasilnya sudah bisa diketahui omicron atau bukan,” tukasnya.
Pengidap virus covid-19 bisa saja tidak bergejala, oleh sebab itu prokes tetap dijalankan minimal menggunakan masker. Dibandingkan varian delta, omicron daya tularnya lebih tinggi hingga 500%. Gejala memang lebih ringan tapi diluar negeri banyak orang meninggal disebabkan oleh varian omicron. Gejala tergantung dari daya tahan tubuh, bila kuat maka gejala ringan sebaliknya bila daya tahan lemah maka gejala bisa berat.
“ sekali lagi prokes penting dan juga vaksin. Prokes 5 M dilaksanakan minimal masker sambil meningkatkan cakupan vaksin. Saat ini cakupan dosis pertama sudah 82,35% dari 1.240.849 sasaran vaksin, yang sudah di vaksin 1.210.842. kami sudah jemput bola, harapannya masyarakat jangan termakan hoax. Vaksin juga jangan hanya dijadikan syarat saja tapi harus menjadi kesadaran untuk membentuk herd imunity,” tukasnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi