PALEMBANG SONORA – Peristiwa kontroversial kembali menjerat nama Indra Kenz yang baru-baru ini resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus judi online melalui aplikasi binomo.
Pasalnya, setelah namanya pernah menjadi sorotan usai mengatakan bahwa orang miskin juga memiliki privilege, baru-baru ini beredar video lama Indra Kenz yang secara tegas menolak tawaran membangun rumah ibadah salah satunya masjid.
Video yang kembali diunggah oleh akun TikTok malau_amore pada Sabtu (26/02) memperlihatkan pria berjuluk Crazy rich Medan ini tengah melakukan QnA di akun media sosial miliknya.
Saat itu, Indra Kenz ditanya oleh warganet apakah ada keinginan membangun rumah ibadah seperti masjid atau mushalla.
Menanggapi hal tersebut, Indra Kenz pun dengan tegas menjawab bahwa dirinya tidak ingin membangun masjid atau mushalla. Tidak hanya itu, dirinya juga tidak ingin membangun rumah ibadah lainnya seperti gereja dan vihara.
“Sorry, gua ngga bakal mau bangun masjid karena gua bukan islam. Gua ngga bakal mau bangun gereja, vihara ataupun rumah ibadah lainnya karena gua bukan kristen, buddha maupun hindu,” ucap Indra Kenz.
Sontak video ini pun menuai beragam komentar dari warganet.
“org yang tinggi hati akan direndahkan tuhan,” tulis akun pe2nk omink.
“semoga anda tidak menyesal ya, selamat menempuh hidup baru,” tulis akun Gerry.
Meski demikian, Indra Kenz punya alasan tersendiri kenapa dirinya mengeluarkan statement seperti itu.
Menurut Indra Kenz, dirinya lebih baik membangun panti asuhan, panti jompo atau sekolah, karena bisa dimasuki oleh semua orang tanpa memandang agama apa yang dianut.
“Kalau gua disuruh memilih, gua lebih milih membangun panti jompo, panti asuhan atau sekolah, supaya semua agama bisa masuk dan ngga ada diskriminasi,” katanya.
Sebelumnya, dilansir dari kompas.com, Indra Kenz telah ditetapkan sebagai tersangka kasus judi dugaan penipuan aplikasi berkedok trading binary option bernama Binomo.
Indra merupakan afiliator Binomo yang resmi ditetapkan menjadi tersangka pada Kamis (24/2/2022) malam setelah diperiksa tim penyidik Barekrim.
Penulis : Fernando Oktareza
sumber foto : Kompas
