
“ Dari data, terjadi 30 hingga 40 kejadian setiap hari karena tidak ada etika berlalulintas, juga factor human eror atau manusia. Semua harus mengerti bahwa jalan dipakai bersama, tidak mempedulikan orang lain dengan alasan ingin cepat sampai atau tidak mau terhalang,” ujarnya.
Lakalantas yang terjadi rata-rata karena factor human eror. Ini menandakan bahwa prilaku berlalulintas di kota Palembang masih harus diperbaiki lagi. tanggung jawab ini tidak hanya di pundak satlantas saja, tetapi juga dari seluruh stake holder mulai dari dinas pendidikan, dinas perhubungan dan lainnya dalam rangka membentuk etika berlalulintas.
“ Etika lebih kepada pribadi masing-masing. Melalui forum seperti ini disampaikan himbauan-himbauan untuk membangun etika,” tukasnya.
Dunia menyatakan bahwa kecelakaan lalulintas adalah mesin pembunuh ke 2 terbanyak setelah serangan jantung. Semua berkewajiban menjamin keselamatan lalulintas. RUNK ( Rencana Umum Nasional Keselamatan) menyatakan keselamatan lalulintas tanggung jawab semua pihak bukan satlantas saja. ada 5 pilar yang bertanggungjawab, satlantas bertanggung jawab terhadap orangnya dan manajemen berlalulintas dijalan raya.
“ Kita semua harus memperhatikan keselamatan berlalulintas. Kami sudah menandatangani MOU dengan dinas pendidikan, setelah pandemic akan sering hadir kesekolah-sekolah, karena pengetahuan dasar berangkat dari sana. Keluar dari sekolah mereka punya wawasan sehingga perilaku menjadi lebih baik. Malam minggu anak muda gemar balapan liar, dan dilakukan penindakan hukum. Butuh peran orang tua agar memperhatikan anak-anaknya, mereka adalah aset yang harus dijaga keselamatannya. Polisi butuh dukungan orang tua memperhatikan anak-anaknya agar tercipta zero balapan liar,” tukasnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi