PALEMBANG SONORA – Demam berdarah dengue (dbd) merupakan salah satu dari penyakit musiman yang mengancam masyarakat di wilayah tropis.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan H. Muyono, S.Sos., M.Kes., mengungkapkan, faktor cuaca sangat mempengaruhi penyebaran kasus dbd.
Di musim hujan, terdapat banyak genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah.
Di lokasi itulah, lanjut Muyono, tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.
“Yang dapat menularkan virus tadi,” ujar Muyono, saat diwawancarai radio Sonora melalui sambungan telpon beberapa waktu lalu.
Menurut Muyono, selain nyamuk Aedes Aegypti, demam berdarah juga dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Albopictus.
Perbedaan kedua spesies nyamuk Aedes tersebut terletak pada habitatnya.
Nyamuk Aedes Aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan. Sementara, nyamuk Aedes Albopictus, cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun.
“Nyamuk Albopictus ini biasanya hidupnya di luar rumah, di halaman. Kalau Aedes Aegypti sendiri, di rumah,” ujarnya.
Muyono menambahkan, di Provinsi Sumatera Selatan, penyakit dbd sudah terjadi lebih dari 1700 kasus.
Penulis : Bovend
Sumber Foto : Google.com
