Sonora Palembang – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (OJK Sumsel Babel) menggelar temu media di Yogyakarta bersama puluhan media.
Acara berlangsung selama tiga hari, 9-11 Juli 2024, dan dihadiri oleh 45 jurnalis media Sumsel dan Babel dan dibuka langsung pada Selasa (7 September 2024) malam oleh Direktur Babel OJK Sumsel Arifin Susanto di Hotel Griya Persada Yogyakarta.
Arifin menyampaikan, Provinsi Sumsel dan Babel bersama Pemprov Sumsel akan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan peran sektor jasa keuangan Sumsel.
Arifin mengatakan, hal ini sejalan dengan komitmen bersama yang sebelumnya telah dilakukan OJK Babel Sumsel dengan Pemda Sumsel.
OJK Otoritas Sumsel Babel terus mendorong pengembangan kopi di Provinsi Sumsel. Saat ini produksi kopi nasional berdasarkan data BPS 2022 sebagian besar berasal dari Sumsel dan menyumbang 26,85 persen dari produksi sebanyak 774,96 ribu ton.
Setelah Sumatera Selatan, produksi kopi terbesar kedua adalah Provinsi Lampung sebesar 116,26 ribu ton dan Sumatera Utara sebesar 80,87 ribu ton.
Arifin menyampaikan pada bulan Agustus ini OJK Babel Sumsel bekerja sama dengan IKADIN akan memecahkan rekor MURI kategori minuman kopi terbanyak.
Untuk mempromosikan kopi, OJK Sumsel Babel akan membentuk ekosistem keuangan inklusif desa. (EKI) di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam. Hal ini merupakan langkah yang sangat positif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Dengan memperluas jangkauan layanan seperti perbankan dan asuransi ke daerah-daerah yang sebelumnya terpinggirkan, harapannya adalah meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat lokal.
“Jadi inti dari ekosistem keuangan inklusif adalah banyak penelitian yang mengatakan bahwa jika masyarakat, jumlah penduduk,memiliki peluang keuangan, literasi dan partisipasi yang baik, maka perekonomian pasti akan tumbuh dengan baik,” tutup Arifin.
