PALEMBANG SONORA -Harga minyak goreng yang beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan, ternyata turut berpengaruh terhadap produksi makanan khas Palembang Pempek.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, pedagang mengeluh dengan naiknya harga minyak yang berdampak pada keuntungan penjualan. Salah satunya, pemilik toko pempek Wak Abba 26 Ilir, Cek Ida.
Ia menjelaskan, keuntungan yang berkurang hingga 5 persen dirinya rasakan akibat kenaikan harga minyak goreng yang dirasa dalam sebulan terakhir.
“Berangsur angsur naik, sekarang sudah 18 ribu perkilo dari harga 11 ribuan, sangat terasa ya apalagi untuk pruduksi perhari kami bisa menghaskan hingga 5 sampai 6 kilo minyak goreng,” katanya, Sabtu (13/11).
Meski harga minyak goreng naik, namun Cek Ida tidak mengubah bahan baku dan ukuran pempek sehingga kwalitas cuta rasa makanan berbahan ikan gabus itu tetap terjaga.
“Kita jual rata rata 1000an, jadi semua sama tidak ada yang dirubah, ya paling pengaruhnya pada keuntungan,” bebernya.
Ia berharap, pemerintah dapat dengan cepat mengatasi kenaikan harga minyak goreng, apalagi saat ini para pedagang baru akan bangkit dari keterpurukan dampak pandemi covid 19.
“Sudah hampir dua tahun Covid-19 ini mempengaruhi penjualan, ditambah lagi ada kenaikan harga minyak goreng, jadi kami harapkan kepada pemerintah agar cepat kembali menormalkan harga minyak goreng,” tutupnya.
Penulis : Fernando Oktareza
Sumber Foto : kompas
