Site icon Sonora FM Palembang

Ini Rangkaian Kegiatan Dalam Rangka Menyambut Peringatan Harganas Ke-30 di Banyuasin

Palembang Sonora – Di sela-sela acara Optimalisasi Peran Jurnalis dalam Mendukung Program Keluarga Stunting Menuju Indonesia Maju yang digagas BKKBN Sumsel (21/06/2023), Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Mediheryanto, SH, MH kepada Sonora mengatakan bahwa menyemarakkan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 tahun 2023 beragam kegiatan dilakukan dalam rangka percepatan penurunan angka stunting di sumsel.

“ Harganas ke-30 mengusung tema percepatan penurunan stunting, rangkaian kegiatan yang dilakukan antara lain mulai tanggal 26 Juni ada pertemuan pendamping keluarga se- kabupaten Banyuasin dihadiri Kepala BKKBN juga dalam rangka penurunan angka stunting. Tanggal 27 Juni ada kerjasama dengan Dexa  dalam rangka sosialisasi percepatan penurunan stunting, dihadiri para bidan di hotel Novotel juga Kepala BKKBN dan gubernur Sumsel. Tanggal 30 ada mopen on the road sumatera dan jawa diikuti mobil penerangan mulai dari jatim, batam, sumatera, aceh hingga Palembang. Tujuannya setiap rute yang dilalui melakukan edukasi, penyuluhan diikuti layanan KB. Ada juga kegiatan kembali ke meja makan tanggal 5 Juli mengundang unsur pemerintah juga beberapa keluarga di Sriwijaya sport  center. Meja makan merupakan forum komunikasi yang efektif membahas persoalan keluarga. Ada pertemuan tim penurunan stunting tingkat propinsi, kabupaten dan se-kabupaten Banyuasin di hotel Windham. Ada juga pemberian bantuan kepada sasaran penurunan stunting. Ada program cukup dua telur, keluarga sasaran diberikan bantuan telur satu hari dua butir, satu bulan 60 butir  untuk ibu hamil bukan keluarganya, balita beresiko stunting. Harapannya bisa dikonsumsi yang bersangkutan. Pada puncak acara panitia menyiapkan 2 ton telur, semua peserta yang hadir diharapkan membeli telur berupa voucher dan bisa membeli secra online dan akan diberikan simbolis kepada keluarga sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan sumsel tahun 2021 angka stunting berada 24,8% diatas nasional 24,4%. Hasil survey status gizi Indonesia tahun 2022 angka stunting sumsel turun 6,2% jadi 18,6%.

“ sumsel mencapai penurunan stunting tertinggi se Indonesia. Yang paling rendah di pagar alam dan yang terbanyak di Musirawas dan empat Lawang. Semua kabupaten focus, yang sudah rendah tidak dibiarkan, Karena utamanya adalah pencegahan,” tukasnya.

Ia mengatakan program BKKBN Sumsel cegah stunting dari hulu, sejak calon pengantin dilakukan pendampingan dari registrasi elektronik siap nikah siap hamil. Aplikasi ini dalam rangka screening awal menurut pengakuan calon pengantin. Akan diketahui calon pengantin apakah beresiko melahirkan anak stunting atau tidak. Dari sisi umur apakah calon pengantin  sudah cukup umur untuk hamil dan melahirkan. Umur melahirkan minimal 21 tahun bila masih dibawah maka calon pengantin beresiko melahirkan anak stunting. Bisa saja calon pengantin anemia, pemeriksaan kesehatan ke faskes sebelum pernikahan untuk memastikan yang bersangkutan beresiko melahirkan anak stunting atau tidak. Keluarga juga mendapat bimbingan pencegahan stunting di KUA.

“ Ada 3 fase mencegah stunting dari hulu, bila beresiko stunting hamil tunda dulu,” pungkasnya.

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi

Exit mobile version