Infografis
Sonora Palembang – Emas yang dihasilkan oleh PT Antam (Persero) Tbk UPBE Pongkor bukanlah sekadar komoditas, melainkan hasil dari sebuah perjalanan panjang yang bertanggung jawab. Infografis ini menjabarkan dengan jelas tahapan proses penambangan dan pengolahan bijih, sekaligus komitmen perusahaan yang berkelanjutan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Proses Pengolahan yang Presisi
Bijih emas dari bawah tanah diolah melalui proses metalurgi yang standar dan canggih,yaitu sianidasi dan Carbon-in-Leach (CIL), untuk mengekstrak logam berharga tersebut. Emas kemudian dimurnikan melalui proses electrowinning (elektrolisis) hingga menghasilkan Dore Bullion. Yang patut dicatat, komitmen berkelanjutan terlihat dari pengelolaan limbahnya, di mana limbah tailing hasil pengolahan digunakan kembali untuk mengisi rongga bekas penambangan bawah tanah, meminimalkan dampak lingkungan.
Membangun Warisan bagi Masyarakat
Perjalanan emas ini tidak terlepas dari kontribusinya bagi masyarakat sekitar.Melalui Rumah Belajar Garitan, Antam fokus pada program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berjalan beriringan dengan operasi tambang. Dukungan utama difokuskan pada ketahanan pangan dan peningkatan mutu pendidikan bagi masyarakat Desa Kalangliud, membangun warisan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemulihan Ekosistem Secara Holistik
Komitmen lingkungan Antam melampaui sekadar kewajiban.Perusahaan aktif dalam konservasi alam dan pemulihan ekosistem secara holistik. Program reklamasi lahan tidak hanya memulihkan lahan pasca tambang, tetapi juga merehabilitasi lahan kritis di sekitar Gunung Pongkor. Upaya ini juga mencakup pelestarian hewan endemik, menunjukkan dedikasi mereka untuk menjaga keseimbangan alam.

