Site icon Sonora FM Palembang

Jelang Penyelenggaraan Piala Dunia U-20, Pemprov Sumsel Harus Persiapkan 2 Hal Ini

PALEMBANG  SONORA Dalam menilai sebuah obyek, pasti yang diutamakan adalah visualisasi dulu.
Hal ini dikatakan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru, saat memimpin rapat lanjutan persiapan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 FIFA 2021, Senin (13/7).
“Secara visual, layak gak layak,” ujar Herman Deru, dalam video yang diunggah akun instagram @humasprovsumsel.
Herman Deru meyakini, seluruh peserta rapat telah memiliki pengalaman ketika Provinsi Sumatera Selatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara olahraga internasional.
“Asian Games, SEA Games, untuk masuk dalam kategori layak,” ungkap mantan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 2 periode ini.
Menurut Herman Deru, ukuran yang dipakai adalah secara keseluruhan, tidak cukup hanya dengan parsial saja.
“Ukurannya gimana? Pendanaankah? Atau keahlian sajakah? Atau kerja keras saja? Gak cukup itu parsial, pasti harus tiga-tiganya,” ujar gubernur yang dilantik pada tahun 2018 tersebut.
Herman Deru melihat, ada 2 faktor yang harus dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kedua faktor tersebut adalah, internal stadion dan eksternal stadion.
“Apalagi menjelang bulan September 2020,” ungkapnya.
Faktor eksternal tadi, lanjut Herman Deru, misalnya asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Herman Deru, bila hal itu dibiarkan terjadi, bisa dipastikan akan berdampak buruk terhadap citra provinsi Sumatera Selatan ke depannya.
“September ini tim FIFA datang, bersin terus gara-gara asap ini. Ngurungke gawe itu,” ujarnya.
Herman Deru juga memberikan beberapa contoh lain yang bisa berimbas pada buruknya penilaian FIFA terhadap provinsi Sumatera Selatan.
“Kondisi yang tidak sehat, terjadinya kriminal pada saat mereka datang, terjadi kegiatan-kegiatan di luar kendali yang kita tidak prediksi, yang mengakibatkan cedera yang lama,” ungkapnya.
Menurut Herman Deru, setiap pihak punya tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi provinsi Sumatera Selatan.
Bila isu kriminalitas saja gak boleh, sambung Herman Deru, apalagi isu yang bersifat infrastruktur.
“Jalan berlubang, taman mati semua, air pam macet, pln berkedip-kedip. Misalnya ini,” pungkasnya.
Penulis: Bovend
Sumber Foto: Humas Provinsi Sumatera Selatan
Exit mobile version