
“ Dari hasil obeservasi, kabut terdeteksi sejak pukul 5 pagi. Untuk di bandara visibility atau jarak pandang mendatar mencapai 100 meter, cukup rendah dan tebal. Jam 7 berangsur membaik menjadi 600 meter, seiring matahari muncul jarak pandang akan semakin membaik,” ujarnya.
Kabut sebetulnya adalah uap air, terbentuk ketika udara hangat dan lembab melewati permukaan tanah yang dingin. Proses ini membuat uap air memadat dan membentuk kabut. Kabut sering terjadi di saat subuh menjelang pagi hari. Permukaan tanah saat malam dingin, lambat menghangat sehingga udara diatasnya lebih hangat dari permukaan. Idealnya cuaca baik semakin tinggi temperature di permukaan akan semakin turun. Ini semakin hangat sehingga di permukaan terbentuk kabut. Ketika matahari terbit menghangatkan permukaan tanah sehingga berangsur-angsur terjadi kestabilan. Permukaan tanah lebih hangat dari udara diatasnya. Setelah matahari terbit kabut berangsur-angsur menipis dan menghilang.
Ia mengatakan bahwa kabut yang muncul pagi ini bukan disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan.
“ Kalau asap, berbau seperti sesuatu yang terbakar, ini murni uap air. Sudah terdeteksi dari tadi malam. Arah dan kecepatan angina calm, dibawah kurang dari 3 knot menyebabkan udara stabil tidak bergerak. Ada uap air yang membentuk kabut, tetap tinggal terbawa angin,” tukasnya.
Kabut utamannya terjadi di dataran luas dan daerah sekitarnya lebih lembab. Permukaan tanah temperaturnya lebih dingin. Hampir semua daerah berpotensi terjadi kabut terutama hangat dan lembab.
“ Diwaspadai kabut di pagi hari membuat jarak pandang terbatas dan berbahaya terutama yang berkendara. Sebaiknya berhati-hati dan menyalakan lampu kendaraan untuk mengurangi efek negatif akibat kabut,” tutupnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi