PALEMBANG SONORA – Kontrasepsi merupakan suatu sarana yang digunakan pasangan suami istri untuk mencegah kehamilan. DR. dr. Aryani Aziz, SpOG(K) MARS dalam acara Bincang Dokter (12/10/2020) mengatakan bahwa kaum wanita di Indonesia pada umumnya lebih banyak menggunakan kontrasepsi hormonal seperti suntik atau pil, ketimbang nonhormonal seperti inplan atau iud. Hal ini karena penggunaan kontrasepsi hormonal lebih mudah tanpa perlu bantuan orang lain.
“ kalau nonhormonal seperti inplan atau iud butuh tenaga ahli atau medis, kalau pil bisa sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan meskipun begitu, kontrasepsi hormonal memiliki efek samping, seperti pendarahan bercak, mual, muntah, berat badan bertambah , timbul flek pada wajah, apalagi digunakan dalam waktu yang lama.
“ penggunaan yang kontinyu bisa memicu hipertensi, mempengaruhi servik, tidak dianjurkan menggunakan yang hormonal, perlu konsultasi ke tenaga medis, mana yang cocok atau tidak,” imbuhnya.
Ia mengatakan bila pasangan suami istri sudah mantap tidak ingin memiliki keturunan lagi, bisa memilih kontrasepsi yang mantab, yaitu tubektomi.
“ ada pendarahan karena diikat, menimbulkan bercak, tapi tidak bahaya dan ada obatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan pasangan yang memiliki visi misi mementingkan kualitas anak bisa menunda kehamilan dengan metode yang tepat baik itu hormonal atau nonhormonal dan jika sudah cukup anak dan usia, bisa operasi sekaligus memasang kontrasepsi permanen.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
