Site icon Sonora FM Palembang

Keseriusan Badan Restorasi Gambut (BRG) Mencegah & Mengatasi Karhutla Gambut

PALEMBANG SONORA – Banyak sudah usaha-usaha yang dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut. Onesimus Patiung, Kepala Sub Kelompok Kerja Sumatera Selatan, Kedeputian bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut dalam talkshow secara daring (10/8/2020), yang mengangkat tema Tinggi Muka Air Ekosistem Gambut Sumatera Selatan mengatakan bahwa Badan Restorasi Gambut  (BRG) melihat tinggi muka air dengan menggunakan system SIPALAGA ( system pemantauan air lahan gambut).

“ system sudah dibangun di Sumsel sebanyak 11  unit. Kejadian kebakaran 2019 menjadi momok yang besar, terlebih daerah yang bergambut, kita berharap 2020 hal itu bisa berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini sudah ada satu unit  yang memberi sinyal merah dan kuning, artinya dari data, tinggi muka air sudah lebih dari 40 cm. hal ini menunjukkan bahwa tinggi muka air sudah semakin menurun, artinya puncak kemarau sumsel di Agustus, sedikit bergerser sekitar September atau awal oktober.

“ ini menjadi perhatian, keamanan lahan gambut di Sumsel semakin terancam kebakaran, sedikit diuntungkan tahun ini musim kemarau di Sumsel tergolong basah, artinya hujan dalam bulan bulan masih ada,” imbuhnya.

Ia mengatakan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut, BRG memiliki program OPGRK (operasi pembasahan gambut rawan kebakaran).

“ sudah dilakukan dari tahun kemaren, hanya persoalannya beberapa lahan lahan gambut yang terbakar kemaren, beberapa bagian belum tersentuh program OPGRK ini,” ujarnya.

Ia menambahkan dari data 2018 sampai 2020 BRG sudah membangun penimbunan kanal dikawasan konservasi ada 37 unit, sekat kanalnya ada 774 unit dan sumur bor sebanyak 331 unit.

“ tahun 2020 ada 120 unit sekat kanal akan dibangun di Sumsel, artinya ini keseriusan BRG untuk melakukan upaya penanganan,” imbuhnya.

Ia mengatakan OPGRK sudah beroperasi dan melibatakan subtim di masing masing kabupaten. Subtim ini melibatkan pemerintah dan masyarakat.

“ masyarakat desa yang terlibat sudah terbentuk, mulai dari pembuatan sampai pemeliharaan. Kami memberikan biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur agar berfungsi dengan baik. Masyarakat juga menginginkan adanya tambahan pembangunan infrastruktur pembasahan,” imbuhnya.

BRG juga memberikan revitalisasi ekonomi khususnya pada masyarakat yang terdampak. Sampai tahun 2020, ada 2000 orang yang telah dibantu BRG. Bila terjadi kebakaran gambut maka akan membuta kerugian yang sangat besar. BRG memiliki link untuk SIPALAGA, bisa dilihat di website nya www.sipalaga,brg.go.id. Suatu daerah bisa cepat ketahuan bila tinggi muka air gambut lebih dari 40 cm.

“ akan dioperasikan sumur bor, sekat kanal, bila ada yang rusak diperbaiki, biaya pemeliharaan sudah disiapkan tim dan masyarkaat bisa proaktif memberikan informasi dan memperbaiki,” pukasnya.

 

Penulis : jati sasongko

Sumber foto : koleksi pribadi

 

Exit mobile version