Sonora Palembang – Kilang Plaju dan Sungai Gerong, yang berdiri sejak 1904 dan 1926, menjadi bagian penting dari sejarah industri energi Indonesia. Berlokasi di tepi Sungai Musi, Sumatera Selatan, kedua kilang ini terus beroperasi di bawah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju. Sebagai salah satu produsen energi utama di Indonesia.
Kilang ini memainkan peran krusial dalam menjaga pasokan energi di kawasan barat Indonesia tetap stabil. Di bawah naungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju, kedua kilang ini masih beroperasi hingga saat ini. Edwin Nugroho, Manager Engineering & Development KPI RU III Plaju, menegaskan bahwa meskipun usianya sudah tua, kilang ini masih mampu beroperasi dengan kapasitas 126 ribu barel untuk produksi bahan bakar minyak (BBM) dan polypropelene. “Dari total 126 ribu barel, kami mengolah rata-rata sekitar 85 ribu barel dari kapasitas yang terpasang,” ujarnya.
Kilang Plaju tidak hanya berfokus pada produksi bahan bakar fosil seperti produk perta series. Sejak awal 2023, kilang ini juga meluncurkan B35, biosolar ramah lingkungan, yang kini menyumbang 40 persen dari total kapasitas produksi kilang setiap harinya. Produk ini merupakan bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih dan mengurangi dampak lingkungan. ‘Selain produk perta series yang menggunakan 20-23 persen kapasitas kilang, kami juga memproduksi biosolar yang mencapai 40 persen dari total kapasitas kilang,’ ujar Edwin Nugroho, Manager Engineering & Development KPI RU III Plaju.
Kilang Plaju juga memproduksi marine fuel oil (MFO) dengan kandungan sulfur rendah, yang tidak hanya memenuhi permintaan pasar dalam negeri tetapi juga dijual sebagai komoditas ekspor. “Kami memproduksi MFO dengan kadar sulfur yang memenuhi standar internasional, bahkan kadar sulfur di bawah 0,5 persen,” tambah Edwin Nugroho, menyoroti komitmen kilang dalam menjaga relevansi produk di pasar internasional
Di sektor petrokimia, Kilang Plaju unggul dengan produk andalannya, Polytam, yang telah bersertifikat halal dan memenuhi standar ISO. Produk ini banyak digunakan dalam industri plastik dan menjadi pilihan utama di pasar lokal. Siti Rahmi Indah Sari, Area Manager Comrel & CSR KPI RU III Plaju, mengatakan bahwa Polytam membuktikan komitmen kilang terhadap kualitas dan inovasi. ‘Kami juga telah mengadopsi teknologi Robotic Bagging untuk mempercepat dan memastikan kualitas pengemasan Polytam,’ ujarnya.
Meski sudah lebih dari seabad berdiri, Kilang Plaju dan Sungai Gerong terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan regulasi. Kombinasi antara pengalaman panjang dan penerapan teknologi canggih memastikan kedua kilang ini tetap relevan dalam industri energi dan petrokimia. Bukan hanya penyedia energi, kedua kilang ini juga menjadi bagian integral dari ekonomi lokal dan nasional.
Penulis Acmad Aulia
Poto Koleksi Pribadi
