Lambuyan, Bukit Primadona dari Banggai

Banggai adalah kabupaten di ujung timur Sulawesi yang menawarkan beragam keindahan alam nan eksotis khas timur Sulawesi. Sebagai ibu kotanya, kota Luwuk adalah pusat nadi Kabupaten Banggai.

Luwuk bisa dicapai melalui bandara Syukuran Aminudin Amir yang berjarak 13 kilometer dari pusat kota dengan jarak tempuh 10-15 menit. Bandar udara dengan luas landasan pacu 2.200 m  × 44 m ini, terhubung secara langsung (direct flight) dengan 3 kota utama di Sulawesi yaitu Makassar, Manado dan Palu yang dilayani beberapa maskapai terkemuka di Indonesia. Selain itu, untuk penerbangan terusan (connecting flight) dari Jakarta – Luwuk dan Denpasar – Luwuk, bisa dilakukan dengan transit terlebih dahulu di Makassar, tapi bisa tiba di Luwuk pada hari yang sama. Moda transportasi darat bisa menjadi pilihan bagi pengunjung dari beberapa kota di sekitaran Luwuk seperti Palu, Makassar dan Poso, sedangkan transportasi laut bisa jadi alternatif bagi pengunjung dari kota Gorontalo dan Manado.

Julukan “Hongkongnya Indonesia”  tidak terlalu berlebihan jika disematkan ke kota kecil ini, topografi kota yang dimulai dengan gunung hijau, lalu berlanjut dengan bukit yang dihiasi rumah-rumah, dan diakhiri dengan pantai dengan air sebening kristal dalam bayang biru tosca terang. Saat malam mulai turun  menyelimuti kota, atraksi berikutnya tersaji: Lampu-lampu dari deretan rumah di sepanjang bukit yang begitu memukau. Semua tersaji indah dari rooftop Hotel Santika Luwuk, tempat penulis menghabiskan malam di kota indah ini.

Bangun lebih cepat menjadi keputusan yang tepat di Luwuk, kota ini tepat menghadap timur. Matahari terbit dengan sempurna dari balik laut tepat di depan Hotel Santika Luwuk, lukisan pagi yang sangat sayang untuk dilewatkan. Kilau jernih pantai ini selalu menggoda setiap pengunjungnya untuk menceburkan diri dan mandi di sana.

Jangan lupa bawa serta perlengkapan snorkeling atau diving anda, terumbu karangnya cukup indah untuk ukuran pantai yang tepat berada di jantung kota. Jika anda tidak membawa perlengkapan tersebut, terdapat beberapa tempat yang menyewakan, paling tidak goggle sederhana agar anda bisa menikmati terumbu karang beserta ikan-ikan yang bermain di sekitarnya. Jika beruntung, ikan endemik khas perairan Banggai, Banggai cardinalfish (Pterapogon kauderni) akan menjadi satu di antara ikan-ikan yang bermain-main di sana.

Puas berenang  dan menikmati pantai Kilo 5, Anda bisa mencoba kuliner khas Luwuk di sepanjang pantai: pisang goreng dan jagung manis rebus yang disantap bersama dabu-dabu, sebutan untuk sambal di Luwuk.  Ya, sambal pedas yang kadang-kadang dicampur terasi, dan bahkan ikan asap (dabu-dabu roa). Orang Luwuk suka memasangkan banyak ragam cemilan dengan sambal. Untuk lebih menghangatkan pagi, Sarabba bisa menjadi pilihan minuman, racikan minuman sejenis wedang terdiri dari susu, jahe, santan, gula merah, sereh dan sedikit lada. Pantai Kilo 5 akan penuh sesak saat akhir pekan, terutama hari Minggu pagi dan sore. Masyarakat kota akan memenuhi pantai ini sebagai salah satu tujuan rekreasi keluarga paling favorit.

Bukit yang bagi sebagian orang disebut sebagai “Bukit Country” ini, dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari kota Luwuk untuk sampai di Desa Salodik, lalu kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 2 jam untuk mencapai Bukit Lambuyan.

Segara rasa lelah selama berjalan kaki akan segera terbayarkan dengan hamparan pemandangan indah yang langsung terlihat sesampaikan kita di sana. Saat terbaik berkunjung ke Bukit Lambuyan adalah sore hari saat matahari tidak terlalu menyengat. Menghabiskan malam dengan berkemah di sana akan menjadi penutup yang sempurna.

Bukit Lambuyan diberkahi dengan banyak jenis pemandangan yang lengkap. Bayangan gunung Tompotika yang berdiri kokoh, hamparan laut tenang dari Teluk tomini, juga padang savanna yang hijau memanjakan mata, dan gelayutan awan biru yang terkesan manja, bergulung gulung menggantung di langit Lambuyan.

Jika kamu kemudian memutuskan untuk melewatkan malam di sana, bintang – bintang bersinar sangat banyak, semua bintang tanpa malu keluar memamerkan sinarnya. Harga yang pantas untuk menghabiskan akhir pekan kamu.

Ketika pulang, jangan lupa untuk mampir di Air Terjun Salodik dan Padang Lenyek. Dua objek wisata Banggai yang tak kalah menarik. Yuk, jalan jalan ke Banggai.

 



Leave a Reply