SONORA PALEMBANG – Memasuki musim penghujan, potensi bencana alam khususnya bencana hidrometerologi perlu diwaspadai. Kepala BMKG Stasiun Meteorologi SMB II, Desindra Deddy Kurniawan dalam acara The Voice Of People (10/11/2020) mengatakan bahwa bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh fenomena cuaca seperti hujan yang sangat lebat, angin kencang, puting beliung, petir, hujan es, longsor, banjir, dan lebih disebabkan oleh cuaca ekstrim.
” Sumsel sudah masuk awal musim hujan, puncaknya di bulan februay dan maret, yang perlu diwaspadai adalah kondisi atmosfer yang unstable, perubahan pola angin, atmosfer, menyebabkan awan konvektif yang memicu cuaca ekstrem,” ujarnya.
ia menambahkan bahwa pemicu cuaca ekstrim adalah adanya awan konvektif.
” kita ada alat yang disebut radar cuaca, bisa melihat awan ini, hanya tidak semua awan konvektif menghadirkan puting beling. Untuk mengenalinya, biasanya sehari sebelumnya cuaca terasa panas atau gerah dan keesokan harinya ada perbedaan suhu yang sangat mencolok antara jam 7 sampai jam 10, ada perbedaan suhu 3 derajat yang menyebabkan awan konvektif dan memicu awan putih yang berlapis lapis dan terlihat jelas batas pinggirnya, berkembang menjadi seperti bunga kol dan berubah mejadi hitam, yang disebut awan cb atau konvektif, bila seperti itu masyarakat waspada,” imbuhnya.
ia mengatakan cuaca ekstrim dalam kategori angin kencang atau puting beliung semua daerah di sumatera selatan berpotensi mengalaminya, sementara potensi banjir berbeda – beda tergantung topografinya.
” masyarakat harus punya pemahaman mitigasi bencana, kalau hujannya lebat dan angin kencang, ketika mengendarai kendaraan sebaiknya berhenti dan mencari tempat yang aman, dan jangan dibawah pohon atau baliho, karena bisa tertimpa pohon yang sudah lapuk dan juga bisa terkena sambaran petir. Sebaiknya berteduh di bawah bangunan yang kokoh, bila angin kencang sebaiknya masuk kedalam rumah, dan menutup jendela dan pintu, dan harus menjauhinya untuk menghindari bila ada pecahan kaca dan sebagainya,” ujarnya.
penulis : jati
sumber foto : Koleksi pribadi
