Site icon Sonora FM Palembang

Menembus Batas di Era Digital (E-commerce)

PALEMBANG SONORA –  Teknologi baru yang tercipta seperti media sosial, e-commerce, broadcasting, media online, blogging, forum, dan lain-lain telah  menciptakan suatu ruang yang bisa dimasuki oleh siapa saja tanpa membutuhkan adanya bangunan fisik dan alat transportasi untuk mendatanginya, artinya hal tersebut dapat menembus batas di era digital. Maria Bellaniar Ismiati, S.kom, M.eng Dosen Sistem Informasi Unika Musi Charitas dalam acara IT Corner (13/10/2020) mengatakan bahwa : E-commerce (Elektronik Commerce) atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya.

“Secara sederhana e-commerce adalah proses pembelian maupun penjualan produk secara elektronik. E-commerce sendiri kian berkembang beberapa tahun belakangan ini dan secara perlahan menggantikan toko tradisional ( Offline ). Intinya segala aktivitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik. Meskipun sarananya meliputi televisi dan telepon, kini e-commerce lebih sering terjadi melalui internet,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa marketplace adalah salah satu model e-commerce, di mana ia berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Penjual yang berdagang di marketplace hanya perlu meladeni pembelian. Semua aktivitas lain seperti pengelolaan website sudah diurus oleh platform tersebut. Situs-situs seperti Shopee dan Lazada adalah dua contoh marketplace. Situs marketplace bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran. Bisa dikatakan marketplace adalah deparment store online.

“ marketplace dan online shop adalah dua platform yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada perantara. Marketplace adalah perantara yang menghubungkan para penjual dengan pembeli. Di sisi lain, online shop atau toko online tidak memerlukan perantara. Penjual langsung menjual produknya di platform mandiri kepada pembeli. Jadi tidak ada perantara sama sekali. Berjualan melalui online shop atau toko online menuntut Anda untuk lebih mandiri. Contohnya anda perlu membuat website, mengelola pemasaran melalui media sosial, dan langsung berurusan dengan konsumen,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya suatu aplikasi atau teknologi baru, harusnya bisa memudahkan manusia apalagi dari sisi ruang, waktu, dan tenaga. Tergantung orangnya, apakah orangnya mau untuk melek IT atau masih nyaman dengan cara konvensional. Karena kita juga tidak bisa memaksakan orang lain untuk lebih mudah ke satu sisi atau ke sisi yang lain.

“ Tapi disini, kalau menggunakan konsep ecommerce, akan jauh lebih mudah karena tidak terbatas ruang dan waktu. Artinya kapanpun kita bisa berbelanja tanpa perlu pusing mau ke tokonya naik apa, pakai baju apa, mau jam berapa kesana dan pertimbangan-pertimbangan lain yang mungkin bisa menghambat pembeli untuk membeli di suatu toko. Dan dengan sentuhan jari saja kita tinggal menunggu barang tersebut sampai ke rumah tanpa perlu repot-repot untuk keluar dari rumah. Tetapi sekali lagi kita tidak bisa memaksakan ke orang lain bahwa dengan menggunakan suatu e-commerce akan lebih mudah, tergantung keyakinan dan kepercayaan masing-masing orang,” ujarnya.

 

Penulis : Jati Sasongko

Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Exit mobile version