Palembang Sonora – Awal terbentuknya Komunitas Ketimbang Ngemis adalah diawali Riski (founder) ketika hendak sholat jumat di masjid melihat ibu – ibu menjual perabot rumah tangga, namun ketika hendak menghampiri ibu tersebut berbunyilah azan sehingga menunda membeli dan berniat membeli setelah selesai menunaikan sholat. Tapi setelah selesai sholat dan hendak menjumpai penjual tadi, namun sang penjual sudah tidak ada lagi.
“ nyesal kenapa tidak beli dulu dan diletakkan barangnya di dalam masjid baru sholat. Dari situ Riski membuat Instagram dan mempromosikan orang – orang kaki lima, pemulung agar dagangannya laris. Instagram tersebut viral di ig akun akurapopo dan diundang di acara televisi Hitam Putih dan dahsyat, akhirnya banyak yang DM, dan membuat akun ketimbang ngemis didaerahnya masing – masing dan terbentuk diseluruh Indonesia,” cerita Anggun Humas Komunitas Ketimbang Ngemis (KTN) Palembang dalam acara Bincang Komunitas (08/04/2021).
Anggun mengatakan KTN di Palembang di gagas oleh empat anak muda yaitu Ica, Neta, Agus dan Noviandi. Mereka sepakat membentuk komunitas KTN setelah berkonsultasi dengan Riski (Founder).
“ di Palembang terbentuk 18 Juni 2015, anggota awal saat itu 10 orang, kini sudah 200 an orang,” ujarnya.
Ia menambahkan dirinya bergabung ke komunitas ini karena merasa senang bisa membantu sesama dan Bahagia ketika bisa membuat orang miskin tersenyum.
“ ada kebahagiaan sendiri,” pukasnya.
Nia dari Divisi Dana Usaha mengatakan dirinya bergabung ke komunitas KTN karena selain nisa membantu orang dirinya juga bisa mengasah kepribadian.
“ kita bisa belajar jualan, mencari donasi,” ujarnya.
Kegiatan rutin KTN tiap bulan adalah rapat awal bulan pada minggu pertama, penjualan direct selling di minggu kedua, jualan tahu cimol di minggu ketiga dan donasi pada minggu ke empat. Agenda besar adalah gathering nasional setiap tahun. Gathering pertama di Sumedang tahun 2018, kedua di Palembang tahun 2019 dan di 2020 di malang. Karena pandemic gathering 2021 di tunda terlebih dahulu. Kegiatan lain adalah go to school ke sekolah -sekolah melakukan sosialisasi. Di bulan Ramadhan menggelar buka Bersama sosok mulia, sahur on the road dan berbagi takjil.
KTN memberikan bantuan kepada lansia berusia 60 tahun keatas yang tidak mengemis, atau yang difabel, rumah ngontrak ataupun dari keluarga prasejahtera.
“ sebelum memberi donasi kami survei dulu, layak apa tidak mendapatkan bantuan. Kami ada tim surveinya. Setelah disurvei diseleksi mana yang layak mendapat bantuan. Bantuan lebih ke barang kebutuhan pokok atau modal usaha ketimbang memberikan uang. Setiap donasi yang disalurkan kami laporkan penggunaannya melalui Instagram,” pukas Anggun.
Penulis : Jati / Esy
Sumber foto : koleksi pribadi
