PALEMBANG SONORA – Pandemi covid-19 telah terjadi selama beberapa bulan, dan itu berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan.
Oleh karena itu, wacana new normal life menjadi salah satu opsi yang ingin diterapkan secepat oleh sejumlah pihak.
Bagaimana praktisi pendidikan melihat penerapan new normal life yang akan dilakukan?
Menurut RD Stefanus Supardi, new normal life bukanlah sebuah kondisi yang baru.
“Karena, pada dasarnya sebagai manusia, kita sering memasuki kehidupan yang tak sama dari sebelumnya,” ujar pria yang juga merupakan pastor dalam agama Katolik tersebut.
Hal ini diungkapkan RD Stefanus dalam sebuah webinar bertajuk Skenario New Normal di Palembang: Apa yang Perlu Disiapkan?
Lulus sekolah, pindah tempat tinggal, menikah dan punya anak, adalah beberapa contoh kehidupan yang tak sama dari sebelumnya.
Dalam konteks pandemi covid-19, lanjut RD Stefanus, perubahan yang paling mendasar bukan terjadi karena pilihan yang dibuat.
Oleh karena itu, penyesuaian yang diperlukan oleh manusia dalam menyikapi pandemi covid-19 tersebut.
RD Stefanus menambahkan, manusia merupakan mahluk paling adaptif di muka bumi.
Webinar yang diselenggarakan pada Kamis (11/6) tersebut, digagas oleh Fakultas Humaniora dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang.
Penulis : Bovend
Sumber Foto : Google.com
