Site icon Sonora FM Palembang

Nyesel Baru Tahu ! Ini Bahayanya Keseringan Berkipas Angin : Bisa Bikin Sakit Gigi

PALEMBANG SONORA – Salah satu solusi masyarakat Indonesia ketika merasakan panas adalah berada di dekat kipas angin yang menyala.

Kipas angin sendiri merupakan salah satu perabotan yang wajib dimiliki di rumah. Apalagi di musim panas seperti sekarang ini.

Tdak hanya kita gunakan pada siang hari saja, kipas angin juga sering digunakan pada malam hari.

Terutama saat hendak tidur, supaya tidur malam nyenyak dan nyaman.

Namun banyak dari kita yang belum menyadari dampak buruk yang bakal timbul dari kebiasaan terkena udara yang berasal dari kipas angin.

Dilansir dari tribunnews.com dan nakita.id berikut bahaya tidur menggunakan kipas angin semalaman :

Asma

Bagi kamu penderita asma, sebaiknya hindari kebiasaan tidur menggunakan kipas selama semalaman.

Pasalnya, kipas angin yang menyala dapat menyedot debu di sekitar sehingga membuat tenggorokan menjadi gatal, batuk, dan gejala asma lainnya.

Oleh karena itu, kipas angin juga perlu dijaga kebersihannya secara rutin agar tidak menjadi sarang debu.

Penyakit gusi dan gigi

Terpapar hembusan kipas angin semalaman, mulut dan tenggorokan akan menjadi lebih kering.

Dalam jangka waktu panjang, kondisi ini akan menyebabkan masalah pada gusi dan gigi yang tidak boleh diremehkan.

Karenanya, jika kamu ingin tidur menggunakan kipas, pastikan untuk membuka jendela atau pintu agar udara bisa terganti.

Dehidrasi dan hipotermia

Hembusan kipas angin saat tidur dapat menyerap cairan dalam tubuh dan kelembaban tubuh akan menurun.

Hal ini akan menyebabkan dehidrasi atau kondisi yang berbahaya ketika tubuh kekurangan cairan.

Kipas angin juga dapat menyebakan berkurangnya suhu tubuh sehingga memicu gejala hipotermia dimana suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius.

Iritasi sinus

Udara di dalam ruangan akan menjadi lebih kering apabila kipas angina terus menerus dinyalakan selama semalaman.

Akibat dari udara yang kering adalah selaput lendir di dalam rongga hidung menjadi kurang lebab.

Produksi lendir pun akan meningkat apabila selaput hidung semakin kering dan kemudian menyebabkan iritasi

Penyakit bell palsy

Bell palsy adalah sebuah penyakit di mana saraf pada wajah berubah menjadi tegang, sehingga kesulitan berekspresi.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh suhu dingin seperti kipas angina yang terus menerus menerpa bagian wajah.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Kompas

Exit mobile version