Site icon Sonora FM Palembang

OJK Dukung Akses Permodalan dengan Program Kredit Pembiayaan

Palembang Sonora – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan bersinergi menggelar Harvesting kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) di Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel SA Supriono di Halaman DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 26 Mei 2024.

Gerakan BBI dan BBWI merupakan suatu wadah dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta memperkenalkan sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua OJK Sumsel Babel, Untung Nugroho menjelaskan bahwa OJK mendukung akses permodalan dengan program kredit pembiayaan melawan rentenir. Bahkan, Untung menyebut kalau saat ini program sudah berjalan serta diikuti oleh 2.900 debitur dengan angka hampir Rp30 Miliar rupiah.

“Untuk akses permodalan program ini tentu bisa diikuti oleh UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan untuk permodalannya,” jelas Untung.

Sementara itu, untuk wilayah Sumsel sendiri beliau menyebut kalau kredit UMKM saat ini sudah mencapai angka 35 persen.

“Akses kredit UMKM di Sumsel sudah disalurkan 35 persen dengan total Rp105 triliun,” jelas Untung.

“Sebenarnya targetnya kan 30 persen ya tapi disini sudah lebih tetapi kita tetap mendorong direncana bisnis bank-bank menambah porsi kredit ke UMKM”, pungkas beliau.

Sementara itu, dalam kegiatan ini, Pemprov Sumsel melalui Dinas Koperasi dan UKM membuka pendaftaran Sertifikat Halal gratis bagi 1.000 UMKM. Hal ini diungkapkan oleh Sekda) Sumsel SA Supriono.

“Tujuannya untuk memperkuat ekonomi syariah di Sumatera Selatan,” kata Supriono.

Selain layanan sertifikasi halal, juga disediakan fasilitasi UMKM. Di antaranya NIB, layanan pajak, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Standar Nasional Indonesia (SNI), Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta Akses Pembiayaan dan Asuransi Mikro oleh LJK.

“Pemprov Sumsel juga bersinergi dengan OJK untuk melakukan Pelatihan dan Pendampingan UMKM, yang dilaksanakan secara hybrid di 17 Kabupaten/Kota. Kemudian product matching yang memfasilitasi pertemuan antara lembaga jasa keuangan dengan UMKM untuk produk pembiayaan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan UMKM. Harvesting, kegiatan expo UMKM yang dilaksanakan bersamaan dengan HUT Provinsi Sumatera Selatan,” jelas Supriono.

“Melalui harvesting Gernas BBI-BBWI 2024 mari berkolaborasi untuk meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal dan kekayaan daerah,” tandasnya.

Tercatat pada bulan Desember tahun 2023 terdapat 2.685.063 UMKM di Provinsi Sumatera Selatan dengan modal kerja dan investasi sebesar 12.050.221 dan omzet sebesar 34.019.900 serta menyerap tenaga kerja sebanyak 3.339.179.

Harvesting Gernas BBI-BBWI 2024 Provinsi Sumsel dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti, Pameran Produk UMKM (BBI) yang menampilkan produk-produk unggulan dari berbagai UMKM di Sumsel. Di antaranya produk kriya dan biji kopi lokal. Kemudian promosi pariwisata Sumsel yang memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan pertunjukan Seni dan Budaya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, di antaranya Ketua Dewan Komisioner OJK RI Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan EPK OJK RI Friderica Widyasari Dewi, Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Odo RM Manuhutu, dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Muhammad Niel El Himam.***

Exit mobile version