
“ Sangat berpengaruh. Biasanya harga telur paling tinggi 22, sekarang tembus 30 keatas. Otomatis kita mendapatkan penurunan profit karena biaya untuk membeli bahan lebih besar” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini sedang tidak banyak pesanan, jadinya Ita membuat kue sesuai permintaan saja. Satu hari Ita membutuhkan telur sebanyak 3 kilo. Telur diperolehnya dari pasar atau membeli diwarung. Saat ini Ita belum berniat menaikkan harga kue. Ia mensiasatinya dengan menambahkan komposisi lain seperti mentega kedalam adonan kue atau membuat kue yang tidak banyak menggunakan telur ayam sebagai bahan utamanya.
“ Semoga harga kembali normal agar bakulan tidak pusing memikirkan harga sebab untuk menaikkan harga tidak enak sekali,” tutupnya.
Penulis : jati
Sumber foto : pixabay