Site icon Sonora FM Palembang

Penanganan Stunting Melibatkan Lintas Sektor

Palembang Sonora – Stunting merupakan program strategi nasional yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Kota Palembang masuk ke dalam lokus penanganan stunting 2020. Heri Cahyono, Ahli Gizi Dinkes Kota Palembang kepada Sonora (29/01/2022) mengatakan bahwa berdasarkan hasil elektronik pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat (eppgbm)  di tahun 2021 terdapat 1187 kasus stunting dari 108000 balita atau sekitar 1,1%. Stunting ada beberapa factor penyebabnya antara lain asupan gizi, pola asuh, higenis atau sanitasi.

“ Penangannya multi sector, di Palembang ada forum tim koordinasi percepatan penanganan stunting dibawah koordinasi bapeda litbang kota Palembang. Ada 8 aksi kompergensi untuk penangannya. Mulai dari analisis situasi, perencanaan, dana desa, pembinaan kader, manajemen data dan rivew penanganan stunting,” ujarnya.

Penanganannya ada interfensi spesifik dan interfensi sensitive. Dibidang kesehatan ada interfensi spesifik mulai dari remaja putri pemberian tablet fe disekolah dan posyandu. Ibu hamil diberi makanan tambahan, pemeriksaan ibu hamil, pemberian kalsium. Pada usia bayi menginisiasi menyusu dini, asi eksklusif pemberian makanan balita. Interferensi sensitive merupakan aksi konvergensi dari lintas sector. Perlu peran opd lain seperti dinas pengendalian penduduk yang memberi pola asuhnya, peran PDAM untuk membangun air bersih dan peran dinas PUPR dalam membuat jamban.

Seorang anak bisa dilihat stunting saat berusia 24 bulan atau 2 tahun. Dilihat dari tinggi badan dibanding dengan standar. Diukur tinggi badan dibandingkan dengan umur dan rata-rata anak seusianya. Bila dibawah rata-rata maka disebut stunting. Pencegahannya dimulai sejak sebelum hamil, saat masuk usia remaja diberikan tablet fe, kantor KUA memberikan penyuluhan tentang makanan bergizi, tujuannya untuk mempersiapkan ibu muda menikah dan saat hamil agar anak yang dilahirkan tidak stunting. Ada juga program 1000 hpk dimulai dari saat konsepsi 9 bulan 10 hari ditambah setelah lahir hingga 2 tahun.

“ Yang punya anak balita rajin keposyandu agar bisa memantau perkembangan anak. Deteksi awal sehingga penanganana stunting lebih mudah. Ibu hamil juga rajin ke posyandu memantau kehamilannya agara tidak stunting anak yang dilahirkan,” tutupnya.

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi

Exit mobile version