
“BIM adalah Building Information Modelling, suatu sistem atau teknologi yang mencakup beberapa informasi penting dalam proses perencanaan dan perancangan, konstruksi, dan pemeliharaan yang terintegrasi pada pemodelan 3D,” ujarnya.
BIM memiliki beberapa manfaat dan tujuan diantaranya adalah : BIM memiliki visual 3 dimensi sehingga memudahkan pemahaman terhadap rencana gambar yang akan dibangun. Penggunaan BIM akan mempermudah menghitung volume pekerjaan dengan cepat dan akurat. BIM akan memberikan informasi biaya atau RAB pada tiap komponen pekerjaan sehingga dapat memprediksi perkiraan biaya pada satu komponen pekerjaan. BIM mampu menampilkan gambar 3 dimensi pada pekerjaan yang rumit. Penggunaan BIM tidak hanya sekadar menampilkan gambar animasi bangunan saja, tetapi lebih kepada managing informasi proyek secara cepat dan akurat. Penggunaan BIM pada saat awal pekerjaan dijadikan sebagai clash detection. Kita dapat mendeteksi apakah gambar rencana 2D ini jika diterapkan di lapangan terjadi clash atau tidak terutama antara gambar arsitektur, struktur, dan ME. Koordinasi antara arsitek, kontraktor dengan owner dengan mudah di manapun dan kapanpun.
“BIM sudah banyak diterapkan pada proyek2 sektor privat, sedangkan Pemerintah juga mulai menerapkan BIM untuk proyek bangunan tidak sederhana (diatas 2000 m2 dan diatas 2 lantai),” ujarnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi