
“ Jalan Tol yang ideal di Indonesia hanya di Jagorawi, yang memenuhi persyaratan di Indonesia. System pengamanannya cukup baik sesuai dengan kondisi lingkungan, cuaca, alam dan prilaku masyarakat,” ujarnya.
Jalan tol Kayuagung – Palembang menurutnya keamanannya kurang dan seperti dipaksakan menyesuaikan biaya. Bila pengendara lost control dapat menyebabkan benturan dengan beton disisi kanan dan tercebur ke bawah disisi kiri jalan.
“ Jalannya diangkat, bertiang, konstruksinya berbeda, safetynya kurang,” tukasnya.
Ia menyebutkan factor kecelakaan ada empat penyebabnya, antara lain factor manusia, alam, teknis kendaraan, cuaca dan nasib. Masuk jalan tol harus dengan konsentrasi penuh, direkomendasikan tidak diatas usia 50 tahun. Bila sering terjadi kecelakaan dititik tertentu maka konstruksi jalannya harus diubah dan dianalisis. Kecepatan berkendara di jalan tol juga ditetapkan oleh pembuat jalan. Kecepatan tidak boleh melebihi atau kurang dari kecepatan yang ditentukan.
Kecelakaan di jalan tol paling banyak terjadi karena factor manusia dan alam. Pembatas jalan yang ideal adalah yang elastis, dipinggir jalan dipasang pasir agar benturannya tidak keras. “ Ini kurang diperhatikan oleh pembuat jalan tol, di Palembang-Kayagung pembatasnya dari beton, berbahaya jika terjadi benturan,” tukasnya.
Ia menghimbau kepada pengendara yang akan masuk jalan tol agar menyiapkan fisik, jangan kurang tidur, kurang makan dan minum obat. Selain itu kesiapan kendaraan juga harus diperhatikan, dan yang terpenting berdoa sebelum berkendara.
“ Mematuhi rambu-rambu, bila berhenti jangan ditengah jalan agar tidak terjadi penumpukan. Bila lelah sebaiknya berisitirahat terlebih dahulu,” tutupnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi