Pengamat : “ Pemerintah atasi karhutla masih standar – standar saja “

Palembang Sonora – Mencermati kondisi udara kota Palembang yang dipenuhi asap, Bagindo Togar, Pengamat Sosial dan Politik Sumsel kepada sonora (18/09/2023) mengatakan  bahwa pemerintah daerah belum berbuat banyak, mereka berbuat sesuatu yang standar hanya memadamkan api saja.

“ kita merasakan bersama udara yang luar biasa berbulan-bulan, tapi puncaknya tiga bulan ini. Terjadi karhutla di sekeliling kota Palembang di Banyuasin, OI tapi pemerintah daerah tindakannya standar-standar, asap menyerang dari pagi sampai siang, tiga puluh lima ribu orang sudah terdampak ispa,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah belum berbuat apa-apa kecuali memadamkan api, diluar itu tidak ada. Ia mencontohkan pemerintah DKI Jakarta yang memerintahkan gedung-gedung perkantoran memasang panel water mist menyemprotkan air keudara, memasang sprayer air untuk membuat partikel air di ruangan agar lebih segar. Seharusnya pemerintah sigap dan merespon kondisi ini dengan memasang water mist, mobil pemadam kebakaran jangan ditidurkan tapi dikerahkan menyirami jalan, taman dan parit.

“ persoalan air tidak ada sebab sungai musi banyak airnya. Disiramkan saja agar tidak gerah dan tidak separah kondisi sekarang,” tukasnya.

Ia mengatakan efek el nino seperti ini akan berlangsung hingga bulan November apakah masyarakat disuruh bertahan dengan kondisi seperti ini. Masyarakat terus berjibaku menghadapi udara yang tidak sehat seperti ini. Pemerintah cuma menghimbau minum air putih, makan buah dan sayur yang banyak. hal itu sudah biasa sementara kejadian ini diluar dugaan. Pemerintah daerah perlu memunculkan suasana lingkungan yang lebih sehat dengan cara water mist dan menyiram daerah-daerah khusus dengan mobil pemadam kebakaran.

“ pemda perlu kreatif mengerahkan, menyiram tanaman, jalan, parit. Pemerintah tidak punya sense of krisis. Bagaimana mereka peduli, sementara mereka di ruang AC, masyarakat kecil di lapangan dengan udara yang tidak sehat dan panas. Ini tidak terpikirkan oleh pejabat. Perlu tindakan nyata tidak terbatas retorika dan pencitraan. Masalah ini tidak akan selesai bila pejabat hanya retorika dan pencitraan,” pungkasnya.

Penulis : jati

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply