
“ Prihatin karena tidak ada pembelajaran dan selalu terulang. Sebagian besar system keamanan data kita lemah jadi rentan dicuri,” ujarnya.
Ia menambahkan alotnya pembahasan RUU perlindungan data pribadi antara DPR dan Pemerintah membuat kemanan data kita lemah.
“ Siapa yang mengamankan ?, dimana penyimpanannya ?, menjadi perdebatan pemerintah dan DPR. Pemerintah menginginkan kominfo yang mengelola data, sementara DPR ingin pihak ketiga, jadi pembahasan yang alot, RUU belum juga diputuskan,” tukasnya.
Sebagian besar pengelola data di eropa dilakukan oleh pihak ketiga. Apabila ada kebocoran data maka merekalah yang bertanggung jawab menyelidiki dan melaporkannya kepada pemerintah.
Pengamanan cyber juga sering diabaikan. Salah satunya aplikasi pedulilindungi banyak celah-celah keamanan yang bisa ditembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk aplikasi strategis sebaiknya sebelum di sebarluaskan maka perlu diuji terlebih dahulu apakah system keamanannya sudah baik. Pengujianya harus dari pihak luar untuk meneliti system keamanannya. “ Di eropa yang menguji adalah pihak ketiga dan professional dibidangnya jadi sangat terjamin,” ujarnya.
Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang tidak aman salah satu penyebabnya karena pengembang mengejar deadline sehingga kurang memperhatikan keamanannya. Sebagai individu juga harus memperhatikan keamanan data pribadi. Data pribadi harus diperlakukan seperti barang penting lainnya. “ Seperti kita punya mobil, diberi alarm, GPS untuk keamanan. Demikian juga dengan data, harus diberi kunci berlapis jangan hanya satu lapis,” tukasnya.
Salah satu dampak dari adanya kebocoran data adalah seringnya mendapatkan SMS atau penawaran-penawaran dari pihak-pihak luar. Masyarakat harus waspada dan jangan mudah percaya dengan adanya tawaran-tawaran tersebut sekalipun dari seseorang yang mengaku anggota keluarga. “ Harus cek dan recek setiap penawaran apakah benar dan jangan gampang percaya. Disaat pandemic seperti ini dimana banyak orang berinteraksi dengan dunia maya, data menjadi berharga, masyarakat harus waspada dan berhati-hati jangan mudah mengekspose data pribadi ke dunia maya,” ujarnya.
Penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi