
“ Perempuan Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Perempuan masih sering dijadikan alat untuk bebagai kepentingan. Missal saat pesta demokrasi, perempuan hanya dijadjikan komoditas politik, dijadikan objek bukan subjek. Ketika ingin menjadi subjek sering dicari kelemahan-kelemahannya, missal disandingkan dengan tafsiran agama yang melemahkan,” ujarnya.
Perempuan juga sering kali tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang ditujukan untuk dirinya. Missal kebijakan kesehatan perempuan, seharusnya pengalaman perempuan dilihat dan dilibatkan. ” Kita melihat perempuan masih menjadi warga negara kelas 2, tidak terlalu diprioritaskan. Isu-isu yang selama ini berkaitan dengan perempuan tidak dilibatkan,” tukasnya.
Hasil survey banyak menunjukkan tingkat kematian perempuan, missal akibat kanker serviks atau kanker payudara tinggi. Seharusnya segera dibuat aturan dan juga akses bagi perempuan, tapi kenyataannya tidak demikian. Missal hanya dibuat kebijakan yang tidak terlalu berdampak terhadap masalah itu.
Sudah banyak kajian yang dilakukan tetapi kemudian karena kepentingan sekelompok sehingga ada tarik menarik terkait aturan yang disahkan. Missal tentang RUU penghapusan kekerasan seksual. Hal seperti ini menggambarkan kondisi perempuan belum sepenuhnya merdeka.
Peran negara harus lebih intens, missal kebijakan-kebijakan yang diskriminatif masih banyak , dan harus diamandemen. Mulai melibatkan perempuan dalam pengambilan keputusan, missal ketika ingin membuat undang-undang penanggulangan bencana, maka perempuan perlu dilibatkan. Banyak perempuan akar rumput yang memiliki ide-ide kreatif tapi tidak punya kesempatan seperti perempuan elit lainnya.
Perempuan yang duduk di lembaga pemerintahan maupun parlemen banyak bukan karena passionnya. Mereka diposisikan kaerna orangtua, paman, saudara, istri. Posisi aji mumpung sehingga passionnya kurang. Perempuan memiliki peran yang luar biasa karena yang melahirkan generasi muda. Isu perempuan kurang strategis. Banyak oknum yang tidak menganggap penting isu perempuan kaerna tidak berdampak siginifican terhadap ekonomi
Perjuangan aktifis perempuan masih seputar kebebasan perempuan dari kekerasan fisik dan mental. Masih banyak diskriminasi baik yang lingkup kecil maupun negara. Mereka berjuang agar perempuan di akar rumput bisa menjadi pemimpin, dimulai dari yang terkecil seperti ketua RT.
penulis : jati
Sumber foto : koleksi pribadi