PALEMBANG SONORA – Mulai dari tanggal 17 Juli sampai dengan 30 Juli 2020, RRI Palembang melockdown siaran lokalnya. Kepala stasiun RRI Ahmad Bahri saat dikonfirmasi (28/7/2020) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan bahwa semua RRI yang berada di zona Merah melockdown siaran lokalnya.
“ benar, sejak tanggal 17 Juli sampai 30 Juli, kami tidak menyiaran siaran local, tapi merelay program PRO 3 Nasional saja, jadi PRO1, PRO2 dan PRO 4, tidak siaran dulu,” ujarnya.
Ia menambahkan keputusan tersebut diambil bukan karena ada karyawan yang positif covid -19, tapi karena kebijakan dari pusat terhadap RRI yang berada di zona merah.
“ memang pernah beberapa waktu lalu ada 2 karyawan yang meninggal, tapi hasilnya negative, dan yang pertama meninggal di makamkan secara covid karena belum keluar hasilnya,” imbuhnya.
Ia mengatakan bahwa meskipun tidak menyiarkan siaran local namun beberapa karyawan tetap ada yang hadir untuk memantau siaran dan mengurus pekerjaan administrasi.
“ reporter tetap meliput, tapi beritanya dikirim ke PRO 3 Jakarta, untuk petugas administrasi dan penyiar tetap ada yang jaga, diatur bergiliran,” ujarnya.
Untuk mencegah penyebaran virus corona, RRI melakukan penyemprotan disinfektan rutin sebanyak 3 kali dalam sebulan, selain itu menyediakan handsanitizer dipintu masuk studio.
“ saya berharap, semua pendengar radio bisa mematuhi protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, mari sama – sama menjaga,” pukasnya.
Penulis : Jati sasongko
Sumber foto : google
