PALEMBANG SONORA – Pandemi covid-19 sangat berdampak buruk pada perekonomian. Tidak sedikit, usaha mikro kecil dan menengah (umkm) yang mengalami penurunan omzet lebih dari 50%.
Hal ini juga dirasakan oleh para pedagang nasi yang biasa berjualan di pinggir jalan menggunakan kendaraan mobil pick-up yang telah dimodifikasi.
Menurut salah seorang pedagang, Iin, omzetnya turun jauh sejak virus corona tersebut mengakibatkan aktivitas warga di luar rumah semakin berkurang.
Sebelum ada wabah ini, lanjut Iin, penjualan nasi miliknya bisa menghabiskan satu karung beras. Tetapi, untuk kondisi saat ini, tidak sampai 10 kilogram beras.
Iin mengatakan, dirinya mulai berjualan dari pkl. 10.00 hingga 16.00 wib, dengan menawarkan berbagai menu pilihan di antaranya nasi ayam, nasi ikan, nasi pentol, dan nasi kari kambing. Nasi kari kambing adalah menu favorit yang ditawarkan di lapak miliknya.
Khusus di hari Jumat, sambung Iin, dirinya juga menyediakan menu nasi minyak. Harga jual yang ditawarkan, berkisar dari Rp 10.000 hingga Rp 27.000.
Iin berharap, pemerintah dapat melakukan berbagai upaya agar pandemi covid-19 ini cepat selesai.
Terkait rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Palembang, Iin meminta agar hal tersebut tidak dilakukan.
“Soalnya dari pedagang ini kan agak seperti ini,” ujar Iin, saat diwawancarai radio, Jumat (8/5).
Menurut Iin, kebanyakan pembeli merupakan orang yang membeli nasi bungkus, atau dengan kata lain, tidak makan di tempat. Pandemi covid-19 yang menjadikan sebagian besar orang memilih untuk membeli nasi yang dibungkus.
“Sudah dibungkus, langsung pulang. Gitu aja,” ungkapnya.
Iin mengungkapkan, dalam sehari, dirinya bisa menjual lebih dari 50 bungkus nasi.
“Sekitar 50 lebih,” pungkasnya.
Penulis : Bovend
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
