Palembang Sonora – Selama pandemic covid -19 masyarakat yang gemar berolahraga mengalami peningkatan, namun disisi lain kasus cedera saat berolahraga juga mengalami peningkatan. Dr. Ismail Bastomi dari IDI Palembang dalam acara Bincang Dokter (30/11/2020) mengatakan bahwa olahraga yang berjenis high impact lebih beresiko menyebabkan cidera.
“ Bisa dari internal maupun eksternal, internal bisa karena kurang istirahat, kurang pemanasan. Eksternal bisa karena cuaca panas, lingkungan yang tidak memungkinkan, seperti jatuh dari sepeda karena jalan berlobang atau tidak rata,” ujarnya.
Ia menambahkan untuk mengurangi resiko cidera saat berolahraga, perlu memperhatikan beberapa hal.
“ istirahat cukup, makan cukup, dan tidak berlebihan saat olahraga. Anjuran WHO, 1 minggu olahraga selama 20 jam atau 1 hari 3 jam,” imbuhnya.
Ia menjelaskan olahraga memiliki 3 macam yaitu professional, rekreasional dan follower. Olahraga refreksional ada yang high intensity dan low intensity. High intensity bila intensitas denyut nadi jantung diatas 150, low intensity bila intensitas denyut nadi jantung antara 120 hingga 150.
“ untuk yang rekreasional dianjurkan yang low intensity, namun rutin. Untuk usia 50 tahun keataas sebaiknya yang low intensity, namun yang sifatnya cardio dan stretching dan tidak berdampak ke lutut seperti sepeda atau berenang,” ujarnya.
Selama pandemi saat berolahraga tetap harus mematuhi protocol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berkumpul di satu tempat. Masker digunakan untuk olahraga yang low intensity, untuk yang high intensity tidak dianjurkan.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
